𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐎𝐧𝐥𝐢𝐧𝐞 & 𝐓𝐞𝐥𝐞𝐯𝐢𝐬𝐢 𝐆𝐥𝐨𝐛𝐚𝐥

𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 i𝗻𝗶

Jumat, 27 Februari 2026

MUALEM KA "GEULANTAK" PEUJABAT LOM MALAM MALAM



Gubernur Aceh Muzakir Manaf Kembali Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II, Ini Nama Mereka

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh dalam prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur, Jumat malam, 27 Februari 2026.

Pelantikan digelar usai shalat tarawih dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, asisten Sekda, staf ahli gubernur, para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Kepala Biro di Lingkungan Setda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh.

Gubernur menyampaikan bahwa pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong sekaligus sebagai bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Aceh. Seluruh pejabat yang dilantik, kata dia, telah melalui proses seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme manajemen talenta aparatur sipil negara.

“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan agar seluruh SKPA menjadikan visi dan misi Pemerintah Aceh sebagai arah kebijakan dan nafas kerja di setiap lini pemerintahan. Visi pembangunan Aceh 2025–2030, lanjutnya, adalah “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam tujuh misi utama, antara lain mewujudkan pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat, mengimplementasikan kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta mendorong kemandirian ekonomi melalui hilirisasi, industrialisasi, pariwisata, dan transformasi digital berbasis sektor unggulan. 

Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas serta daya saing sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan dan supremasi hukum, hingga pelestarian lingkungan hidup beserta ekosistemnya.

“Misi pembangunan ini harus diterjemahkan ke dalam program nyata setiap SKPA,” tegasnya.

Gubernur juga meminta seluruh jajaran SKPA bekerja optimal dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Percepatan pemulihan pascabencana juga menjadi perhatian, dengan penanganan yang cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

Gubernur mengingatkan pentingnya soliditas dan disiplin aparatur sipil negara (ASN), termasuk ketepatan waktu, kepatuhan terhadap regulasi, serta pencapaian target kinerja. Kepala SKPA diminta menjadi teladan dalam integritas dan komitmen kerja, serta memastikan setiap arahan pimpinan diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga turut menekankan percepatan realisasi anggaran tahun 2026 agar tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Proses administrasi dan pengadaan diminta dipercepat dengan tetap menjaga akuntabilitas. Jajaran SKPA juga diminta segera menyusun rancangan anggaran tahun 2027 berbasis prioritas strategis yang mendukung visi misi Aceh 2025–2030.


Adapun pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah:

 

1. Ir. T. Robby Irza, S.SiT, M.T — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh.


2. Dr. A. Murtala, M.Si — Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh.


3. Ir. Abdullah, ST, CFrA, CITA — Inspektur Aceh.


4. Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si — Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh.


5. Dr. Ir. Zulkifli, M.Si — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh.


6. Murthalamuddin, S.Pd, MSP — Kepala Dinas Pendidikan Aceh.


7. Erwin Ferdinansyah, ST, MT — Kepala Dinas Pengairan Aceh.


8. Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.


9. drh. Safridhal — Kepala Dinas Peternakan Aceh.


10. Reza Ferdian, S.STP, M.Si — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh.


11. Reza Saputra, SSTP, M.Si — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh.


12. Dr. T. Aznal Zahri, S.STP, M.Si — Kepala Dinas Pertanahan Aceh.


13. Taufik, ST, M.Si — Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh.


14. Dr. Munawar, MA — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh.


15. Asnawi, ST, M.S.M — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.


16. Safrizal, S.STP, M.Ec.Dev — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.


17. Budi Afrizal, SKM, MKM — Kepala Dinas Sosial Aceh.


18. Bahrón Bakti, ST, MT — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh.


19. Dr. Husnan, ST, MP — Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerja Sama.


20. Bob Mizwar, S.STP, M.Si — Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Aceh.


21. Teuku Hendra Faisal, SE, M.Si — Wakil Direktur Administrasi dan Umum Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.


22. dr. Novita, Sp.JP(K) — Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.


23. Zahrol Fajri, S.Ag, M.H — Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.


24. Daniel Arca, A.Ks, M.Si — Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh.


25. M. Ikhsan Ahyat, S.STP, M.A.P — Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.


Pelantikan tersebut diharapkan mampu memperkuat soliditas dan kinerja birokrasi Pemerintah Aceh dalam mewujudkan target pembangunan ke depan.[]


Share:

PANCURI PADEE DIHAMOK WARGA ACEH RAYEUK

 

Tiga Pria Diamuk Warga di Aceh Besar Diduga Mencuri Padi

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 - Tiga pria ditangkap Warga Gampong Lampanah Ranjo, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis malam (26/2/2026).
 

Ketiga pria tersebut diduga mencuri puluhan karung padi terjadi di kawasan SPBU Lampanah. 

Setelah tertangkap warga, ketiga pria tersebut sempat menjadi sasaran amarah massa.

Akibatnya, satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri, sementara dua lainnya mengalami luka lebam. 

 

Pelaku menjalankan aksinya menggunakan mobil rental jenis Innova Reborn. Mobil yang digunakan juga mengalami kerusakan parah akibat dirusak warga.

Hingga kini identitas para terduga pelaku belum diketahui. Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

Geuchik gampong setempat, Mahya Zakuan, mengatakan dirinya tiba di lokasi saat proses evakuasi para pelaku ke polsek sedang berlangsung.

Menurutnya, peristiwa bermula ketika tiga pria diduga mencuri padi di area meunasah gampong.

Informasi kejadian itu dengan cepat menyebar ke sejumlah gampong sekitar sehingga warga berdatangan dan situasi menjadi ramai.[]


Share:

Rabu, 25 Februari 2026

AKSI WABUP SYUKRI LAM BULEUN RAMADHAN

 


Wakil Bupati Syukri Antar Bantuan Korban Kebakaran di Lambiheu Siem Aceh Besar
 

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 - Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, turun langsung menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Gampong Lambiheu Siem, Kecamatan Darussalam, Rabu (25/2/2026). Kehadiran orang nomor dua di Aceh Besar itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Dalam suasana penuh haru, Wakil Bupati Syukri A. Jalil menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti ini.

“Musibah ini merupakan ujian kesabaran dan ketabahan dari Allah SWT bagi kita semua, apalagi terjadi di bulan suci Ramadhan. Di balik setiap ujian, tentu ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan kepada hamba-Nya,” ujar Syukri.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap cobaan yang diberikan tidak akan melebihi kemampuan manusia untuk menghadapinya. Oleh karena itu, ia berharap para korban tetap tabah dan kuat dalam menjalani cobaan tersebut.

“Allah SWT ingin melihat sejauh mana kesabaran kita. InsyaAllah, setiap ujian yang diberikan akan bernilai ibadah, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” lanjutnya.

Petugas Dinsos Aceh Besar menurunkan bantuan masa panik koraban kebakaran di Gampong Lam Biheu Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. (foto: MC ACEH BESAR)
 

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan masa panik berupa kebutuhan dasar seperti bahan makanan, perlengkapan sandang, serta kebutuhan darurat lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakejadian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, Munawar, SKM, M.Si, Camat Darussalam Burhanuddin, S.Sos., M.Si serta perangkat gampong. Para korban yang menerima bantuan yakni M. Amin, Erlina, dan M. Nasir, yang juga didampingi langsung oleh Keuchik Lambiheu SIEM, Ismail.

Sementara itu, Camat Darussalam, Burhanuddin, menyampaikan bahwa pihak kecamatan bersama aparatur gampong bergerak cepat sejak awal kejadian untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan aparatur gampong untuk membantu evakuasi serta pendataan korban. Alhamdulillah, bantuan masa panik dari Pemkab Aceh Besar dapat segera disalurkan,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menegaskan komitmen pihak kecamatan untuk terus mendampingi para korban hingga kondisi benar-benar pulih.

“Kami akan terus melakukan pendampingan, baik dalam hal kebutuhan dasar maupun koordinasi lanjutan, agar para korban bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Lambiheu Siem, Ismail, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu warganya bangkit kembali dari musibah.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pemerintah. Ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan masa panik ini, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di bulan Ramadhan, guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.[]

 

 Ikuti Saluran WhatsApp ACEH REPORTER

Share:

SATPOL PP WH KEUPONG PEUKAN SIBREH ! PU NA KEJADIAN?

 


Laporan Warga di Pasar Sibreh Jual Masakan Kuah Beulangong Siang Hari

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Besar mengerahkan personel untuk melakukan pengawasan guna memastikan tidak terjadi pelanggaran syariat Islam selama bulan suci Ramadhan.

Tindakan ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas jual beli masakan kuah Beulangong di Pasar Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (25/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, petugas menemukan sejumlah pedagang masakan kuah beulangong telah berjualan menjelang siang. Tim kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh di beberapa titik, termasuk hingga ke dapur tempat pengolahan makanan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para pedagang hanya menjual kuah untuk dibawa pulang oleh pembeli dan tidak menyediakan nasi ataupun fasilitas makan di tempat.

Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir SSTP MPA, melalui Kasi Penyidik Darwadi SAg yang memimpin operasi tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur pelanggaran.

“Para pedagang tidak menyediakan nasi, hanya menjual kuah beulangong untuk dibawa pulang. Jadi tidak ada unsur yang mengarah pada penjualan makanan siap santap pada siang hari selama Ramadhan,” ujar Darwadi.

Kasi Penyidik Satpol PP dan WH Aceh Besar, Darwadi SAg, berdialog dengan pedagang kuah beulangong, Pasar Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. (foto: MC Aceh Besar)
 

Ia menyatakan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan langsung hingga ke dapur guna memastikan tidak ada praktik yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Darwadi menceritakan, menurut pengakuan para pedagang, mereka berjualan sebelum siang karena pasar tersebut merupakan pasar mingguan yang hanya berlangsung dalam waktu singkat.

"Aktivitas pasar biasanya ramai sejak pagi hingga menjelang siang, dan setelah pelaksanaan shalat Zuhur para pengunjung mulai berangsur meninggalkan lokasi. Bahkan sebelum pukul 15.00 WIB, pasar sudah kembali sepi," ungkap Darwadi, menyerukan pernyataan pedagang.

Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Besar juga mengimbau seluruh pedagang dan masyarakat agar tetap mematuhi ketentuan syariat Islam selama bulan suci Ramadhan serta menjaga ketertiban umum di wilayah Aceh Besar.

Darwadi menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Ramadhan berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat agar tetap mematuhi ketentuan syariat Islam selama bulan Ramadhan. Mari kita sama-sama menjaga ketertiban umum dan menghormati saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,”
pungkasnya.[]

 Ikuti Saluran WhatsApp ACEH REPORTER 



Share:

Senin, 23 Februari 2026

WABUP SYUKRI : BUBUR KANJI GLEE TARON SHEP MANGAT


Bubur Kanji Glee Taron Menu Special Buka Puasa di Balai Arba'in

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | 𝐃𝐚𝐞𝐫𝐚𝐡 - Semangat kebersamaan para purna bhakti yang tergabung dalam komunitas Formancam (Forum Mantan Camat) Aceh Besar terilhami dalam acara buka puasa bersama. Prosesi buka puasa yang penuh keakraban tersebut, berlangsung di Balai Arba'in Gampong Lamsayun, kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, pada Senin, (23/02/2026).

Kegiatan berbuka puasa bersama saat puasa Ramadhan sudah membudaya dalam kehidupan umat Islam di Aceh. Dimana pada saat berbuka, disungguhkan menu-menu khas Aceh, seperti Kuah beulangong, kue-kue khas Aceh dan jenis kuliner daerah lainnya.

Pada acara buka puasa bersama para mantan camat Aceh Besar ada kuliner special yang disungguhkan dan menjadi kuliner utama, yaitu Bubur Kanji Glee Taron.

Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, yang juga anggota Formancam Aceh Besar mengakui Bubur Kanji Glee Taron benar-benar menjadi kuliner special pada buka puasa tahun ini.

"Luar biasa enak dan sangat cocok menjadi menu special berbuka hari ini. Bubur Kanji Glee Taron yang diracik dari 44 jenis daun yang diambil dari Hutan Glee Taron Gampong Leu Ue, kemudian ditambah dengan kacang, daun kates, jagung, dan bumbu lainnya, sungguh memberikan cita rasa khas, enak, mantap,” kata Syukri yang juga mantan Camat Ingin Jaya dan Darul Imarah.

Ia juga menyampaikan bahwa makanan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan alami, seperyi Bubur Kanji Glee Taron akan lebih sehat, karena racikan bumbu dapat menjadi obat bagi tubuh kita.

Selain itu, Wakil Bupati Aceh Besar pada kesempatan tersebut juga menyampaikan rasa bangga kepada para anggota Formancam yang juga tergabung dalam anggota pengajian Ar'bain, disaat sudah purna bhakti masih berkesempatan bergabung berbuka bersama.

"Kita patut bangga dengan banyaknya anggota yang hadir sore ini. Semangat persatuan dan kekompakan masih terpatri dalam jiwa kita. Hari ini Balai Arba'in menjadi saksi wujud dari semangat silaturrahmi bagi para mantan abdi negara Aceh Besar,” tambahnya. 

Drs. Tgk. H. Marzuki Yahya, MM Ketua Balai Pengajian Arba'in menyampaikan terlaksananya acara ini semua dari partisipasi anggota. Mulai dari ide awal dan gagasan dalam menyiapkan menu berbuka semua lahir dari pemikiran teman-teman Formancam Aceh Besar.

H. Baharuddin selaku Ketua Panitia Pelaksana menambahkan, tidak kurang dari 80 orang hadir dalam buka puasa bersama Formancam Aceh Besar Ranadhan 1447 tahun ini. 

Tgk. H. Ustad Irawan Abdullah, SAg. MM dalam ceramahnya menjelang berbuka menyampaikan perintah ibadah puasa di bulan Ramadhan bagi umat Islam merupakan ibadah yang sudah pernah diwajibkan kepada umat nabi yang lain, sebelum datangnya Nabi Besar Muhammad SAW.

Oleh karena itu, esensinya ibadah Puasa Ramadhan menjadi ukuran kemampuan, kesabaran dan integritas seorang umat dalam mejalankan kewajibannya kepada Allah SWT.[]

Ikuti Saluran WhatsApp ACEH REPORTER

Share:

Minggu, 22 Februari 2026

TAKJIL MANGAT NJANG MEUKAT PIH MAMEH

 


Masyarakat Serbu Lapak Takjil di Lambaro

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | Aceh Besar - Suasana Ramadhan tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada sore hari, masyarakat sudah terlihat berbondong-bondong menyerbu lapak penjual takjil untuk berburu hidangan berbuka puasa, di Kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Para pemburu takjil sebagian dari mereka merupakan para pekerja yang sedang perjalanan pulang, singgah untuk belanja makanan untuk berbuka.

Sementara sebagian lainnya memang khusus memanfaatkan waktu sore untuk mencari penganan berbuka. Sehingga para pedagang takjil-pun memanfaatkan momen itu dengan menawarkan beraneka hidangan khas Ramadhan, seperti aneka kue basah dan kering hingga berbagai macam minuman.

Ainun (38), seorang pedagang takjil yang mengaku senang dengan tingginya minat pembeli di hari pertama puasa.

"Alhamdulillah, baru pukul lima sore, ini dagangan saya hampir habis diserbu pembeli. Biasanya butuh waktu lebih lama untuk terjual semua," ujarnya sambil melayani pelanggan.

Tak hanya pedagang, masyarakat yang datang ke pasar juga terlihat antusias. Ilham (33), salah satu pengunjung, mengatakan bahwa suasana pasar pada hari pertama Ramadhan sudah lebih meriah dibanding hari biasa.

"Setiap tahun begini, hari pertama puasa memang sudah mulai ramai. Semua orang ingin berbuka dengan makanan yang enak," katanya.

Disamping itu, salah seorang pengunjung lainnya, Ita (37) mengatakan dengan adanya pedagang takjil ini dirinya tak lagi bingung untuk memasak kebutuhan buka puasa.

"Saya kan kerja, kadang tidak sempat memasak, dengan adanya pasar takjil ini sangat membantu," ujarnya.

Satpol PP dan Dishub Bertugas Extra


Di tengah ramainya transaksi di pasar, kemacetan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Kepadatan kendaraan yang parkir sembarangan dan keluar-masuk pasar semakin meningkat menjelang waktu berbuka.

Petugas kepolisian dan satpol PP yang berjaga harus bekerja ekstra keras untuk mengatur lalu lintas dan memastikan jalan tetap bisa dilalui.

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Besar memperketat pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di kawasan jalan putar arah depan Kantor KONI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (21/2/2026) sore.

Peningkatan aktivitas lalu lintas terjadi seiring ramainya masyarakat yang keluar rumah menjelang waktu berbuka puasa untuk mencari jajanan dan kebutuhan berbuka. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan di ruas jalan utama kawasan itu meningkat signifikan pada sore hari.

Pada jalan raya tepatnya di putar arah yang berada di depan Kantor KONI Aceh Besar kerap mengalami perlambatan arus akibat kendaraan yang balik arah.

Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat Warung Nasi Bang Nasir juga ramai dikunjungi warga, sehingga sejumlah kendaraan terparkir di sisi jalan dan mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas.

Personel Dishub terlihat bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan mengurai kemacetan, khususnya di sekitar jalur putar balik dan area parkir.

Pengendara yang berhenti sembarangan langsung diimbau agar memindahkan kendaraannya ke lokasi yang lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kadishub Aceh Besar melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Besar, Fahrul Razi, menjelaskan bahwa pengamanan ini dilakukan secara rutin setiap sore selama Ramadan guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

“Kami melakukan pengaturan agar arus kendaraan tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan, terutama di sekitar titik putar arah dan bahu jalan,” Fahrul Razi.

Dishub Aceh Besar juga mengimbau masyarakat agar lebih tertib dalam memarkirkan kendaraan serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

"Dengan pengawasan yang lebih diharapkan arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap terkendali dan kondusif selama bulan Ramadhan," pungkasnya.[]

Share:

UREUENG DIGILO GAJAH ! GAJAH KONTAK LESTREK!

 

Seekor Gajah Sumatera Betina Ditemukan Mati Diduga Terkena Kawat Listrik Bertegangan Tinggi di Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah(doc, foto: BKSDA Aceh)
 

Konflik Manusia dan Gajah di Aceh

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | Aceh - Konflik antara manusia dan gajah liar di Wilayah Aceh menjadi sorotan. Baru-baru ini, seorang warga dilaporkan meninggal dunia karena trinjak gajah.

Selain itu, juga ada gajah betina yang mati akibat tersengat kawat yang dialiri listrik.

Pada Sabtu, (21/2/2026), seorang petani berusia 53 tahun, warga Kampung Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, meninggal karena terinjak kawanan gajah Sumatera.

Pada Jumat (20/2/2026), seekor gajah Sumatera betina ditemukan mati di Desa Karang Ampar Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, dugaan sementara kematian gajah berusia sekitar 20 tahun tersebut karena terkena sengatan kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi.

"Saat ditemukan warga, belalai gajah masih terlilit kawat listrik," katanya.

"Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar," lanjut Kepala BKSDA Aceh Ujang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BKSDA Aceh bersama personel Polsek Karang Ampar, Babinkamtibmas, dan mitra WWF Indonesia langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
 
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (FKP PECI), Sri Wahyuni menilai, peristiwa tersebut menunjukan penanganan konflik antara gajah dan manusia belum berjalan efektif.

"Kita terus mendesak adanya langkah strategis dan nyata dalam penanganan konflik gajah dan manusia khususnya di wilayah tengah Aceh," kata Sri Wahyuni, Sabtu, 22 Februari 2026.


Menurut Sri, peristiwa-peristiwa tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak, khususnya Pemerintah, BKSDA dan lembaga konservasi yang sedang bekerja di kawasan rentan konflik satwa dan manusia.

FKP juga menegaskan pentingnya keterlibatan CSO lokal dalam penyelesaian konflik, karena dinilai lebih memahami akar dan persoalan melalui pendekatan kearifan lokal.

Sri mengatakan saat ini beberapa CSO lokal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah telah tergabung dalam FKP PECI. CSO lokal telah melakukan sosialisasi di 12 desa rawan konflik, termasuk Desa Pantan Lah, dan telah menemukan jalur lintasan gajah serta titik rawan interaksi.

"Hingga kini belum ada langkah strategis lanjutan menanggapi temuan tersebut, justru masih ada korban tewas karena berkonflik dengan gajah," tuturnya.
 
Sri Wahyuni juga menyoroti perkebunan sawit di kawasan koridor gajah yang mempersempit ruang jelajah satwa dan menjadi pemicu konflik.

Khususnya, di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Pemerintah diminta mengkaji ulang izin perusahaan sawit serta menindak tegas perusahaan yang terbukti melampaui izin.

Selain itu, FKP meminta pemerintah untuk melibatkan CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
 
Dia juga mendesak evaluasi total strategi mitigasi konflik. Terkait matinya Gajah Betina di Karang Ampar, Sri dengan tegas melarang penggunaan fencing oleh warga atau korporasi untuk menghalau gajah.

"Kami juga mengimbau masyarakat jangan menggunakan fencing dengan arus tinggi yang mematikan, tindakan itu jelas-jelas melanggar hukum," tegasnya.
 

Share:

ISRAEL BERULAH ! RI NGADU KE BOP

 

ilustrasi Warga Palestina terusir di Tepi Barat (doc.VOA)

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Israel lagi-lagi melakukan kebijakan sewenang-wenang dengan secara sepihak mendaftarkan wilayah Tepi Barat Palestina sebagai "milik negara".

Pada Ahad (15/2/2026), stasiun penyiaran publik Israel KAN melaporkan pemerintah Israel menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai "milik negara".

Langkah ini diajukan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
 
Ini merupakan kali pertama Israel bertindak demikian sejak menduduki wilayah tersebut pada 1967. Sebagian besar tanah Palestina tidak terdaftar secara resmi karena prosesnya panjang dan rumit. Proses ini disetop Israel pada 1967.

Pendaftaran tanah menetapkan kepemilikan permanen. Hukum internasional menyatakan bahwa kekuatan pendudukan tidak bisa menyita tanah di wilayah yang diduduki.

RI Kirim Surat ke Board of Peace Adukan Kelakukan Israel di Tepi Barat

Menlu AS Marco Rrubio bertemu Menlu RI Sugiono (foto: AFP)

Atas tindakan Israel ini, Indonesia telah mengirim surat kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) soal langkah Israel yang makin sewenang-wenang menegaskan pendudukan ilegalnya di Tepi Barat Palestina.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menuturkan,  Indonesia juga turut menyampaikan surat ke BoP soal kelakukan Israel ini.

Dalam surat itu, Indonesia juga menyampaikan situasi apa yang diharapkan supaya upaya perdamaian di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Palestina, bisa tercapai sesuai proposal Board of Peace.

"Kita juga menyuarakan, kita menyampaikan surat ke Board of Peace (soal ini). Bukan kecaman, tapi concern kita terhadap situasi yang terjadi di sana," papar Sugiono dalam jumpa pers di Washington usai bertemu Menlu Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat (20/2/2026).

Indonesia Kutuk Israel di depan Menlu Gideon Saar

Selain ke BoP, dalam rapat DK PBB Sugiono juga mengutuk Israel langsung dihadapan menteri luar negerinya, Gideon Saar.

Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) di New York pada Rabu (18/2), Menlu Sugiono mengutuk pendudukan ilegal terbaru Israel di Tepi Barat secara sepihak.
 
"Indonesia mengecam keras aksi tersebut," demikian pernyataan Sugiono, di hadapan forum tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa status historis dan hukum wilayah Palestina tidak dapat diubah oleh langkah sepihak, apalagi oleh pihak yang tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut.

"Mereka (Israel) tidak memiliki legitimasi di bawah hukum internasional dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," imbuh Sugiono.

Sugiono menyatakan ulah Israel sama saja menghambat terciptanya perdamaian di Gaza. Dia juga mengatakan tidak ada kebenaran dan tidak boleh ada pembenaran atas tindakan sepihak Israel atas Tepi Barat.

"Dalam hal ini, mereka (Israel) secara sistematis mengerdilkan ruang untuk perdamaian," tegasnya.[]

sumber: CNN Indonesia
 




Share:

IBU DAN ANAK PALESTINA DIGEMPUR SAAT SAHUR

 

Anak-anak Palestina terancam kekurangan nutrisi karena perang. (foto: Antara)

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Di sebuah desa kecil di Tepi Barat, Palestina, seorang ibu dari lima anak menceritakan bagaimana keluarganya meninggalkan rumah sebelum fajar setelah mendengar tembakan dan teriakan di sekitar permukiman mereka.

“Kami hanya membawa pakaian yang kami kenakan. Anak-anak menangis karena tidak sempat mengambil buku sekolah mereka,” katanya.

Rumah yang mereka tinggalkan kini kosong. Lahan pertanian keluarga yang menjadi sumber penghidupan utama juga rusak.

Anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah kini tinggal di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara, menghadapi trauma dan ketidakpastian masa depan.



PBB: 4.700 Warga Palestina di Tepi Barat Terusir

Eskalasi kekerasan yang terus meningkat dengan gelombang serangan Israel di Tepi Barat mengakibatkan pengusiran paksa terhadap sekitar 880 keluarga Palestina, atau lebih dari 4.700 orang.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers Jumat (21/2/2026), menegaskan bahwa rekan-rekan kemanusiaan PBB telah memperingatkan tentang kekerasan yang berkelanjutan dan praktik-praktik paksaan yang dilakukan oleh pasukan dan pemukim Israel.

“Serangan pemukim di Tepi Barat telah mengusir sekitar 880 keluarga Palestina, dengan total lebih dari 4.700 orang,” ujar Dujarric.

Dujarric menjelaskan bahwa antara 3 hingga 6 Februari, pasukan Israel membunuh tiga warga Palestina, sehingga jumlah korban tewas tahun ini meningkat menjadi sembilan orang, termasuk dua anak-anak.

Ia juga mencatat bahwa setidaknya 86 serangan oleh pemukim Israel tercatat dalam periode tersebut, menyebabkan lebih dari 60 warga Palestina terluka dan sekitar 146 orang lainnya terpaksa mengungsi.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal PBB mengutuk pembunuhan Nasrallah Abu Siam, seorang warga Palestina-Amerika berusia 19 tahun, yang tewas dalam serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam insiden yang sama, tiga warga Palestina lainnya dilaporkan ditembak dan mengalami luka-luka. 
Menurut badan-badan kemanusiaan PBB, kekerasan di Tepi Barat tidak hanya berupa bentrokan bersenjata, tetapi juga mencakup penghancuran properti, intimidasi, serta praktik-praktik yang memaksa warga meninggalkan rumah mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional berulang kali memperingatkan bahwa pengusiran paksa terhadap penduduk sipil di wilayah pendudukan dapat melanggar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa Keempat.

Laporan PBB menunjukkan bahwa banyak keluarga yang meninggalkan rumah mereka melakukannya setelah menghadapi ancaman langsung, pembakaran properti, atau perusakan infrastruktur dasar seperti sumber air dan lahan pertanian.

Sejumlah negara dan organisasi internasional menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan pemukim. Uni Eropa dan beberapa anggota Dewan Keamanan PBB sebelumnya menyerukan penghentian segera aktivitas pemukiman dan kekerasan terhadap warga sipil.

Meski demikian, warga Palestina di Tepi Barat mengatakan bahwa respons internasional belum menghasilkan perlindungan nyata di lapangan.

“Setiap hari kami takut. Tidak ada yang melindungi kami,” ujar seorang petani yang lahannya dirusak.

 

Kekerasan di Tepi Barat terjadi bersamaan dengan krisis kemanusiaan besar di Jalur Gaza. Pengamat menyebut eskalasi di kedua wilayah ini sebagai bagian dari tekanan sistematis terhadap masyarakat Palestina, baik melalui operasi militer, blokade, maupun perluasan permukiman.

PBB menegaskan kembali pentingnya perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum internasional. Namun, tanpa mekanisme penegakan yang efektif, laporan-laporan pelanggaran terus bertambah, sementara ribuan keluarga Palestina menghadapi kenyataan pahit kehilangan rumah dan tanah mereka.[]


Share:

Sabtu, 21 Februari 2026

PRABOWO 2 PERIODE ? Begini Tanggapan SURYA PALOH

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) memeluk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019). (foto:ANTARA)


𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Sejumlah partai politik di lingkaran pemerintahan menyatakan kesiapan mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2029-2034.

Beberapa partai seperti PKB, PAN, dan Golkar telah menyatakan dukungan kepada Prabowo sebagai calon presiden.

Namun, mereka belum menetapkan sikap terkait calon wakil presiden yang akan mendampingi.

PKB misalnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar membenarkan partainya mendukung Prabowo Subianto untuk menjabat presiden selama dua periode.

"Iya, betul, itu betul (PKB dukung Prabowo dua periode)," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu, saat ditemui di Wihara Avalokitesvara, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026).

Meski demikian, Cak Imin enggan berbicara panjang lebar mengenai hal tersebut.

Ia juga tidak menjawab pertanyaan mengenai calon wakil presiden yang akan diusung PKB untuk mendampingi Prabowo.

BAGAIMANA DENGAN NASDEM ?

 

 

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengaku masih memikirkan keputusan untuk kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto maju pada Pilpres 2029.

Sejauh ini, NasDem belum mengambil sikap meski termasuk dalam partai yang berada di barisan pemerintahan Presiden Prabowo.

"Ah itu nanti kita sedang pikirkan, karena kita ada di sana (koalisi)," kata Surya Paloh ketika ditemui di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

JOKOWI : PRABOWO-GIBRAN DUA PERIODE

Hingga kini, hampir seluruh partai juga belum secara tegas menyatakan apakah dukungan tersebut akan diberikan sepaket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Wacana Prabowo dua periode kembali mencuat setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali menjabat pada Pilpres 2029.

"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,"
kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). []

sumber: Kompas

Share: