𝗕𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗢𝗻𝗹𝗶𝗻𝗲 & 𝗧𝗲𝗹𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶



Minggu, 22 Februari 2026

TAKJIL MANGAT NJANG MEUKAT PIH MAMEH

 


Masyarakat Serbu Lapak Takjil di Lambaro

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | Aceh Besar - Suasana Ramadhan tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pada sore hari, masyarakat sudah terlihat berbondong-bondong menyerbu lapak penjual takjil untuk berburu hidangan berbuka puasa, di Kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Para pemburu takjil sebagian dari mereka merupakan para pekerja yang sedang perjalanan pulang, singgah untuk belanja makanan untuk berbuka.

Sementara sebagian lainnya memang khusus memanfaatkan waktu sore untuk mencari penganan berbuka. Sehingga para pedagang takjil-pun memanfaatkan momen itu dengan menawarkan beraneka hidangan khas Ramadhan, seperti aneka kue basah dan kering hingga berbagai macam minuman.

Ainun (38), seorang pedagang takjil yang mengaku senang dengan tingginya minat pembeli di hari pertama puasa.

"Alhamdulillah, baru pukul lima sore, ini dagangan saya hampir habis diserbu pembeli. Biasanya butuh waktu lebih lama untuk terjual semua," ujarnya sambil melayani pelanggan.

Tak hanya pedagang, masyarakat yang datang ke pasar juga terlihat antusias. Ilham (33), salah satu pengunjung, mengatakan bahwa suasana pasar pada hari pertama Ramadhan sudah lebih meriah dibanding hari biasa.

"Setiap tahun begini, hari pertama puasa memang sudah mulai ramai. Semua orang ingin berbuka dengan makanan yang enak," katanya.

Disamping itu, salah seorang pengunjung lainnya, Ita (37) mengatakan dengan adanya pedagang takjil ini dirinya tak lagi bingung untuk memasak kebutuhan buka puasa.

"Saya kan kerja, kadang tidak sempat memasak, dengan adanya pasar takjil ini sangat membantu," ujarnya.

Satpol PP dan Dishub Bertugas Extra


Di tengah ramainya transaksi di pasar, kemacetan terkadang menjadi tantangan tersendiri. Kepadatan kendaraan yang parkir sembarangan dan keluar-masuk pasar semakin meningkat menjelang waktu berbuka.

Petugas kepolisian dan satpol PP yang berjaga harus bekerja ekstra keras untuk mengatur lalu lintas dan memastikan jalan tetap bisa dilalui.

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Besar memperketat pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di kawasan jalan putar arah depan Kantor KONI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (21/2/2026) sore.

Peningkatan aktivitas lalu lintas terjadi seiring ramainya masyarakat yang keluar rumah menjelang waktu berbuka puasa untuk mencari jajanan dan kebutuhan berbuka. Kondisi tersebut membuat volume kendaraan di ruas jalan utama kawasan itu meningkat signifikan pada sore hari.

Pada jalan raya tepatnya di putar arah yang berada di depan Kantor KONI Aceh Besar kerap mengalami perlambatan arus akibat kendaraan yang balik arah.

Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat Warung Nasi Bang Nasir juga ramai dikunjungi warga, sehingga sejumlah kendaraan terparkir di sisi jalan dan mempersempit ruang gerak kendaraan yang melintas.

Personel Dishub terlihat bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan mengurai kemacetan, khususnya di sekitar jalur putar balik dan area parkir.

Pengendara yang berhenti sembarangan langsung diimbau agar memindahkan kendaraannya ke lokasi yang lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kadishub Aceh Besar melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Besar, Fahrul Razi, menjelaskan bahwa pengamanan ini dilakukan secara rutin setiap sore selama Ramadan guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

“Kami melakukan pengaturan agar arus kendaraan tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan, terutama di sekitar titik putar arah dan bahu jalan,” Fahrul Razi.

Dishub Aceh Besar juga mengimbau masyarakat agar lebih tertib dalam memarkirkan kendaraan serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

"Dengan pengawasan yang lebih diharapkan arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap terkendali dan kondusif selama bulan Ramadhan," pungkasnya.[]

Share:

UREUENG DIGILO GAJAH ! GAJAH KONTAK LESTREK!

 

Seekor Gajah Sumatera Betina Ditemukan Mati Diduga Terkena Kawat Listrik Bertegangan Tinggi di Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah(doc, foto: BKSDA Aceh)
 

Konflik Manusia dan Gajah di Aceh

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | Aceh - Konflik antara manusia dan gajah liar di Wilayah Aceh menjadi sorotan. Baru-baru ini, seorang warga dilaporkan meninggal dunia karena trinjak gajah.

Selain itu, juga ada gajah betina yang mati akibat tersengat kawat yang dialiri listrik.

Pada Sabtu, (21/2/2026), seorang petani berusia 53 tahun, warga Kampung Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, meninggal karena terinjak kawanan gajah Sumatera.

Pada Jumat (20/2/2026), seekor gajah Sumatera betina ditemukan mati di Desa Karang Ampar Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, dugaan sementara kematian gajah berusia sekitar 20 tahun tersebut karena terkena sengatan kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi.

"Saat ditemukan warga, belalai gajah masih terlilit kawat listrik," katanya.

"Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar," lanjut Kepala BKSDA Aceh Ujang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim BKSDA Aceh bersama personel Polsek Karang Ampar, Babinkamtibmas, dan mitra WWF Indonesia langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
 
Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (FKP PECI), Sri Wahyuni menilai, peristiwa tersebut menunjukan penanganan konflik antara gajah dan manusia belum berjalan efektif.

"Kita terus mendesak adanya langkah strategis dan nyata dalam penanganan konflik gajah dan manusia khususnya di wilayah tengah Aceh," kata Sri Wahyuni, Sabtu, 22 Februari 2026.


Menurut Sri, peristiwa-peristiwa tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak, khususnya Pemerintah, BKSDA dan lembaga konservasi yang sedang bekerja di kawasan rentan konflik satwa dan manusia.

FKP juga menegaskan pentingnya keterlibatan CSO lokal dalam penyelesaian konflik, karena dinilai lebih memahami akar dan persoalan melalui pendekatan kearifan lokal.

Sri mengatakan saat ini beberapa CSO lokal dari Bener Meriah dan Aceh Tengah telah tergabung dalam FKP PECI. CSO lokal telah melakukan sosialisasi di 12 desa rawan konflik, termasuk Desa Pantan Lah, dan telah menemukan jalur lintasan gajah serta titik rawan interaksi.

"Hingga kini belum ada langkah strategis lanjutan menanggapi temuan tersebut, justru masih ada korban tewas karena berkonflik dengan gajah," tuturnya.
 
Sri Wahyuni juga menyoroti perkebunan sawit di kawasan koridor gajah yang mempersempit ruang jelajah satwa dan menjadi pemicu konflik.

Khususnya, di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.

Pemerintah diminta mengkaji ulang izin perusahaan sawit serta menindak tegas perusahaan yang terbukti melampaui izin.

Selain itu, FKP meminta pemerintah untuk melibatkan CSO lokal dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
 
Dia juga mendesak evaluasi total strategi mitigasi konflik. Terkait matinya Gajah Betina di Karang Ampar, Sri dengan tegas melarang penggunaan fencing oleh warga atau korporasi untuk menghalau gajah.

"Kami juga mengimbau masyarakat jangan menggunakan fencing dengan arus tinggi yang mematikan, tindakan itu jelas-jelas melanggar hukum," tegasnya.
 

Share:

ISRAEL BERULAH ! RI NGADU KE BOP

 

ilustrasi Warga Palestina terusir di Tepi Barat (doc.VOA)

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Israel lagi-lagi melakukan kebijakan sewenang-wenang dengan secara sepihak mendaftarkan wilayah Tepi Barat Palestina sebagai "milik negara".

Pada Ahad (15/2/2026), stasiun penyiaran publik Israel KAN melaporkan pemerintah Israel menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai "milik negara".

Langkah ini diajukan oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Pertahanan Israel Katz.
 
Ini merupakan kali pertama Israel bertindak demikian sejak menduduki wilayah tersebut pada 1967. Sebagian besar tanah Palestina tidak terdaftar secara resmi karena prosesnya panjang dan rumit. Proses ini disetop Israel pada 1967.

Pendaftaran tanah menetapkan kepemilikan permanen. Hukum internasional menyatakan bahwa kekuatan pendudukan tidak bisa menyita tanah di wilayah yang diduduki.

RI Kirim Surat ke Board of Peace Adukan Kelakukan Israel di Tepi Barat

Menlu AS Marco Rrubio bertemu Menlu RI Sugiono (foto: AFP)

Atas tindakan Israel ini, Indonesia telah mengirim surat kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) soal langkah Israel yang makin sewenang-wenang menegaskan pendudukan ilegalnya di Tepi Barat Palestina.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menuturkan,  Indonesia juga turut menyampaikan surat ke BoP soal kelakukan Israel ini.

Dalam surat itu, Indonesia juga menyampaikan situasi apa yang diharapkan supaya upaya perdamaian di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Palestina, bisa tercapai sesuai proposal Board of Peace.

"Kita juga menyuarakan, kita menyampaikan surat ke Board of Peace (soal ini). Bukan kecaman, tapi concern kita terhadap situasi yang terjadi di sana," papar Sugiono dalam jumpa pers di Washington usai bertemu Menlu Amerika Serikat Marco Rubio pada Jumat (20/2/2026).

Indonesia Kutuk Israel di depan Menlu Gideon Saar

Selain ke BoP, dalam rapat DK PBB Sugiono juga mengutuk Israel langsung dihadapan menteri luar negerinya, Gideon Saar.

Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) di New York pada Rabu (18/2), Menlu Sugiono mengutuk pendudukan ilegal terbaru Israel di Tepi Barat secara sepihak.
 
"Indonesia mengecam keras aksi tersebut," demikian pernyataan Sugiono, di hadapan forum tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa status historis dan hukum wilayah Palestina tidak dapat diubah oleh langkah sepihak, apalagi oleh pihak yang tidak memiliki kedaulatan atas wilayah tersebut.

"Mereka (Israel) tidak memiliki legitimasi di bawah hukum internasional dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," imbuh Sugiono.

Sugiono menyatakan ulah Israel sama saja menghambat terciptanya perdamaian di Gaza. Dia juga mengatakan tidak ada kebenaran dan tidak boleh ada pembenaran atas tindakan sepihak Israel atas Tepi Barat.

"Dalam hal ini, mereka (Israel) secara sistematis mengerdilkan ruang untuk perdamaian," tegasnya.[]

sumber: CNN Indonesia
 




Share:

IBU DAN ANAK PALESTINA DIGEMPUR SAAT SAHUR

 

Anak-anak Palestina terancam kekurangan nutrisi karena perang. (foto: Antara)

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Di sebuah desa kecil di Tepi Barat, Palestina, seorang ibu dari lima anak menceritakan bagaimana keluarganya meninggalkan rumah sebelum fajar setelah mendengar tembakan dan teriakan di sekitar permukiman mereka.

“Kami hanya membawa pakaian yang kami kenakan. Anak-anak menangis karena tidak sempat mengambil buku sekolah mereka,” katanya.

Rumah yang mereka tinggalkan kini kosong. Lahan pertanian keluarga yang menjadi sumber penghidupan utama juga rusak.

Anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah kini tinggal di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara, menghadapi trauma dan ketidakpastian masa depan.



PBB: 4.700 Warga Palestina di Tepi Barat Terusir

Eskalasi kekerasan yang terus meningkat dengan gelombang serangan Israel di Tepi Barat mengakibatkan pengusiran paksa terhadap sekitar 880 keluarga Palestina, atau lebih dari 4.700 orang.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers Jumat (21/2/2026), menegaskan bahwa rekan-rekan kemanusiaan PBB telah memperingatkan tentang kekerasan yang berkelanjutan dan praktik-praktik paksaan yang dilakukan oleh pasukan dan pemukim Israel.

“Serangan pemukim di Tepi Barat telah mengusir sekitar 880 keluarga Palestina, dengan total lebih dari 4.700 orang,” ujar Dujarric.

Dujarric menjelaskan bahwa antara 3 hingga 6 Februari, pasukan Israel membunuh tiga warga Palestina, sehingga jumlah korban tewas tahun ini meningkat menjadi sembilan orang, termasuk dua anak-anak.

Ia juga mencatat bahwa setidaknya 86 serangan oleh pemukim Israel tercatat dalam periode tersebut, menyebabkan lebih dari 60 warga Palestina terluka dan sekitar 146 orang lainnya terpaksa mengungsi.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal PBB mengutuk pembunuhan Nasrallah Abu Siam, seorang warga Palestina-Amerika berusia 19 tahun, yang tewas dalam serangan pemukim di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam insiden yang sama, tiga warga Palestina lainnya dilaporkan ditembak dan mengalami luka-luka. 
Menurut badan-badan kemanusiaan PBB, kekerasan di Tepi Barat tidak hanya berupa bentrokan bersenjata, tetapi juga mencakup penghancuran properti, intimidasi, serta praktik-praktik yang memaksa warga meninggalkan rumah mereka.

Organisasi hak asasi manusia internasional berulang kali memperingatkan bahwa pengusiran paksa terhadap penduduk sipil di wilayah pendudukan dapat melanggar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa Keempat.

Laporan PBB menunjukkan bahwa banyak keluarga yang meninggalkan rumah mereka melakukannya setelah menghadapi ancaman langsung, pembakaran properti, atau perusakan infrastruktur dasar seperti sumber air dan lahan pertanian.

Sejumlah negara dan organisasi internasional menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan pemukim. Uni Eropa dan beberapa anggota Dewan Keamanan PBB sebelumnya menyerukan penghentian segera aktivitas pemukiman dan kekerasan terhadap warga sipil.

Meski demikian, warga Palestina di Tepi Barat mengatakan bahwa respons internasional belum menghasilkan perlindungan nyata di lapangan.

“Setiap hari kami takut. Tidak ada yang melindungi kami,” ujar seorang petani yang lahannya dirusak.

 

Kekerasan di Tepi Barat terjadi bersamaan dengan krisis kemanusiaan besar di Jalur Gaza. Pengamat menyebut eskalasi di kedua wilayah ini sebagai bagian dari tekanan sistematis terhadap masyarakat Palestina, baik melalui operasi militer, blokade, maupun perluasan permukiman.

PBB menegaskan kembali pentingnya perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap hukum internasional. Namun, tanpa mekanisme penegakan yang efektif, laporan-laporan pelanggaran terus bertambah, sementara ribuan keluarga Palestina menghadapi kenyataan pahit kehilangan rumah dan tanah mereka.[]


Share:

Sabtu, 21 Februari 2026

PRABOWO 2 PERIODE ? Begini Tanggapan SURYA PALOH

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) memeluk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019). (foto:ANTARA)


𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 - Sejumlah partai politik di lingkaran pemerintahan menyatakan kesiapan mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2029-2034.

Beberapa partai seperti PKB, PAN, dan Golkar telah menyatakan dukungan kepada Prabowo sebagai calon presiden.

Namun, mereka belum menetapkan sikap terkait calon wakil presiden yang akan mendampingi.

PKB misalnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar membenarkan partainya mendukung Prabowo Subianto untuk menjabat presiden selama dua periode.

"Iya, betul, itu betul (PKB dukung Prabowo dua periode)," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu, saat ditemui di Wihara Avalokitesvara, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026).

Meski demikian, Cak Imin enggan berbicara panjang lebar mengenai hal tersebut.

Ia juga tidak menjawab pertanyaan mengenai calon wakil presiden yang akan diusung PKB untuk mendampingi Prabowo.

BAGAIMANA DENGAN NASDEM ?

 

 

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengaku masih memikirkan keputusan untuk kembali mendukung Presiden Prabowo Subianto maju pada Pilpres 2029.

Sejauh ini, NasDem belum mengambil sikap meski termasuk dalam partai yang berada di barisan pemerintahan Presiden Prabowo.

"Ah itu nanti kita sedang pikirkan, karena kita ada di sana (koalisi)," kata Surya Paloh ketika ditemui di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

JOKOWI : PRABOWO-GIBRAN DUA PERIODE

Hingga kini, hampir seluruh partai juga belum secara tegas menyatakan apakah dukungan tersebut akan diberikan sepaket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Wacana Prabowo dua periode kembali mencuat setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali menjabat pada Pilpres 2029.

"Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,"
kata Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). []

sumber: Kompas

Share:

WARGA ACEH SERANG KAPAL AS ! PRESIDEN MURKA

  

ilustrasi


Kapal dagang Amerika diserang warga Aceh di Kuala Batu membuat Presiden Amerika Serikat Murka
 

THE REPORTER | Aceh - Ketika tengah berlayar di perairan Brasil, Kapten USS Potomac, John Downes, menerima pesan yang tak biasa.

Bukan dari atasannya langsung, melainkan dari orang nomor satu di Amerika Serikat, yakni Presiden Andrew Jackson (1767-1845).

Isi pesannya singkat, yakni : SIAGA TEMPUR !

Alasannya, pada Februari 1831, kapal dagang milik Amerika, Friendship, diserang oleh warga Kuala Batu, saat sedang melakukan pembelian lada. Insiden itu membuat Jackson murka.

Serangan terhadap kapal dagang Amerika di Kuala Batu, Aceh, menjadi titik awal operasi militer yang diperintahkan langsung oleh Amerika Serikat.
 
Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, dia memerintahkan Downes untuk segera bertindak.

Tugasnya adalah menilai situasi hingga diperbolehkan mengambil langkah apa pun demi memberi pelajaran agar kapal-kapal dagang AS di perairan Hindia Timur terjamin keselamatannya.

John Downes sendiri bukan perwira sembarangan. Dalam buku America's Forgotten Wars (2021) diketahui, dia dikenal sebagai komandan tempur tangguh yang telah berkali-kali memimpin dan memenangi operasi militer di kawasan Pasifik.

Maka, begitu perintah diterima, Downes langsung bergerak. Dia memuat 300 tentara dan meriam ke dalam kapal. Dari Brasil, kapal Potomac melanjutkan pelayaran ribuan kilometer menuju Afrika Selatan, lalu menyeberangi Samudra Hindia demi mencapai Aceh.

Selama dua bulan pelayaran, Downes menyusun siasat.

Ilustrasi Pasukan Iskandar Muda Menggempur Portugis di Malaka (doc.: acehglobal)


Downes sadar betul tak bisa tiba di perairan Aceh dengan meriam terbuka di geladak dan bendera AS berkibar di tiang kapal. Pendekatan semacam itu hanya akan memicu perlawanan.

Maka, strategi pun diubah.

"Seluruh meriam ditarik ke belakang geladak dan pintu meriam ditutup," tulis Farish A. Noor dalam "Attack, Reprisal and Dealing with the Media Fall-Out: The Battle of Quallah Battoo in 1832" (2014).

Sebagai gantinya, USS Potomac akan menyamar sebagai kapal dagang milik Belanda. Ini merupakan pilihan cerdik sebab Belanda memang sudah terbiasa berdagang dengan Aceh. Hubungan dagang itu membuat kehadiran kapal asing berbendera Belanda tak akan menimbulkan kecurigaan.

Perlu dicatat, meskipun Belanda punya koloni besar di Nusantara, Aceh bukan bagian dari jajahan mereka. Aceh saat itu adalah kerajaan independen yang tangguh dan berdaulat.
 
Bahkan, seperti dijelaskan Lee Kam Hing dalam The Sultanate of Aceh (1995), Kesultanan Aceh memiliki hubungan resmi dengan Kesultanan Ottoman di Turki dan Kerajaan Inggris pada abad ke-19.

Saat USS Potomac tiba di Aceh, Kapten Downes menjalankan siasatnya.

Kapal perang itu disamarkan sebagai kapal dagang Belanda. Tak ada yang curiga.

Setelah merapat, tentara disuruh turun dengan dalih berdagang. Padahal, mereka sedang memetakan wilayah dan menculik pedagang lokal untuk mengukur kekuatan pertahanan Kuala Batu.

Dari sini, Downes menyusun serangan. Tepat pada fajar, 6 Februari 1832, 300 tentara Amerika Serikat melancarkan serbuan mendadak ke permukiman warga Kuala Batu.

Warga jelas tak siap perang. Mereka mengira tamu asing itu datang untuk berdagang. Meski akhirnya sempat melawan, mereka tetap kalah total.

"Kapten Downes mendaratkan 300 orang ke kota, dan dalam waktu kurang dari tiga jam berhasil merebut tiga benteng serta menewaskan antara 80 hingga 100 warga lokal," tulis New York Observer (7 Juli 1832).
 
Dalam laporan itu disebutkan, korban di pihak AS hanya dua orang tewas. Meski begitu, laporan lain menyebut jumlah korban jauh lebih besar, yakni 500 warga sipil.
 
Menurut Farish A. Noor, serangan USS Potomac ke permukiman di Sumatra memicu perubahan mengejutkan dalam opini publik Amerika Serikat. Awalnya, tentara AS dipuji sebagai pahlawan, tapi kemudian dikecam sebagai pembunuh biadab.

Ini disebabkan tentara AS melakukan strategi penyamaran sebagai pedagang, melakukan serangan saat penduduk tertidur, tidak melakukan negosiasi, serta membunuh perempuan dan anak-anak.

Meski gelombang kritik sempat membesar, Presiden Andrew Jackson berhasil meredamnya.

Namun, sejarah tetap mencatat luka itu.
Baru ratusan tahun kemudian diketahui, warga Aceh tidak sepenuhnya bersalah. 

USS Nimitz, kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat yang melintas di Selat Malaka dan perairan Laut Aceh pada 17 Juni 2025 (foto: OkeZone)

Dalam Death on an Empire (2011), sejarawan Robert Booth menjelaskan bahwa serangan terhadap kapal Friendship dipicu sikap frustrasi warga atas praktik dagang yang curang. Pedagang AS kerap mengurangi takaran dan merugikan warga Aceh. Ketika Friendship datang, kemarahan yang lama terpendam akhirnya meledak.

Ironisnya, serangan balasan dari USS Potomac justru membuka jalan bagi invasi Belanda ke Aceh beberapa tahun kemudian. Serangan itu menjadi awal dari perang panjang dan berdarah yang lantas mengubah sejarah Aceh.[]
 

sumber: CNBC Indonesia

Share:

TGK MUCHTAR ANDHIKA : BEK BALAP LIAR !!

 


Tgk Muchtar Andhika Ingatkan Remaja Tidak Balap Liar Terutama Bulan Ramadhan

THE REPORTER | Sabang - Imam masjid Al-Falah Gampong Ujong kareung Kota Sabang Tgk Muchtar Andhika mengingatkan para remaja agar tidak terlibat dalam aksi Balap Liar yang dapat merusak ketertiban dan keamanan masyarakat. Sabtu (21/02/26), Tgk Muchtar Andhika menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

"Saya mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di bulan Ramadhan yang suci ini. Jangan sampai mereka terjerumus dalam kegiatan yang tidak bermanfaat dan merugikan diri sendiri serta orang lain," ujarnya.

Tgk Muchtar Andhika juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama bulan Ramadhan. 

"Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan menjaga sikap. Mari kita jaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita. Hindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, seperti balap liar atau aksi negatif lainnya," tambahnya.

VIDEO Polisi Razia Balap Liar Sahur di Banda Aceh

Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menata kembali langkah, menjauh dari kebiasaan yang merugikan, dan memperbanyak amal ibadah. Ia pun mengajak para remaja untuk lebih banyak mengisi waktu dengan hal-hal positif, seperti memperdalam ilmu agama, membantu orang tua, serta meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat.

“Balap liar bukan hanya membahayakan nyawa sendiri, tapi juga orang lain. Begitu juga judi online, yang awalnya coba-coba bisa berubah menjadi kecanduan dan menghancurkan masa depan,” ujarnya.[]

Share:

LUBANG BUMOE DI ACEH MAKEN RAYA

  


Tanah Amblas di Aceh Tengah, 30 Ribu Meter Lahan Tenggelam

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa lubang besar yang terbentuk di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bukan sinkhole. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menyebutkan secara geologi kawasan tersebut tidak tersusun oleh batu gamping yang lazim menjadi penyebab sinkhole. Susunan tanah di Pondok Balek terdiri dari endapan piroklastik aliran berupa material tufa hasil aktivitas gunung api non aktif Geurendong.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ungkap Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
 
Material ini, lanjut dia, tergolong muda secara geologis serta belum mengalami pemadatan sempurna sehingga masih rapuh dan mudah runtuh. Adrin mencatat adanya lembah atau ngarai kecil di area tersebut, berdasarkan pencitraan satelit Google Earth sejak 2010.
 
Proses erosi dan longsoran terus terjadi hingga lembah kian melebar lalu memanjang dan membentuk lubang besar.

"Faktor gempa bumi juga diduga berkontribusi mempercepat proses tersebut," ucap dia. 

Adrin menambahkan, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013 kemungkinan memperlemah struktur lereng. Alhasil, memicu ketidakstabilan yang kian besar.


 
Dipicu Hujan Hujan lebat dinilai menjadi penyebab utama terbentuknya lubang besar di Aceh, di samping faktor geologi dan gempa bumi. Adrin menyampaikan, batuan tufa yang rapuh mudah jenuh oleh air sehingga kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh. Kemiringan lereng yang curam akibat proses longsoran sebelumnya juga memperparah kondisi. Selain itu, air permukaan dari saluran irigasi perkebunan turut berkontribusi terhadap percepatan longsor. Air yang mengalir deras dan meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa kemudian meningkatkan risiko runtuhan tanah.
 
“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” sebut Adrin.

 

Ia menduga, ada aliran air tanah di batas antara lapisan aliran lahar di dasar tebing yang lebih padat dengan batu tufa di atasnya. Penggerusan di bagian kaki lereng oleh air tanah dapat menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap. Fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Gempa dan hujan hanya berperan mempercepat proses alami pembentukan lembah atau ngarai tersebut.
 
Adrin menyatakan, kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda. Ngarai Sianok di Sumatera Barat, misalnya, terbentuk melalui proses geologi panjang akibat aktivitas tektonik sesar besar Sumatera serta karakter batuan serupa. BRIN sendiri belum meneliti secara langsung lokasi itu, namun pihaknya telah menganalisi data citra satelit.

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” beber Adrin.

 

Dia menekankan penelitian lanjutan dapat dilakukan menggunakan metode geofisika seperti survei geolistrik, seismik refleksi, maupun microtremor untuk mengetahui struktur bawah permukaan, potensi rekahan, serta faktor yang membuat lereng mudah longsor.
 
Mitigasi bisa dilakukan melalui pengendalian air permukaan agar tidak meresap ke dalam tanah, penetapan zona bahaya, serta pemasangan sistem peringatan dini longsor. Sementata itu, masyarakat diimbau waspada terhadap tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil. 

“Peta kerentanan gerakan tanah sebenarnya sudah ada, tetapi perlu diperbarui setelah kejadian ini agar lebih akurat dan operasional. Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” ucap dia.[]

sumber: Tempo Kompas
 


Share:

BUPATI AYAH WA LAKE KORBAN KALON PENGUMUMAN RUMOH

 



Bupati Aceh Utara Minta Korban Bencana Cermati Pengumuman Verifikasi Rumah

THE REPORTER | Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil meminta masyarakat korban bencana banjir dan longsor di daerah itu dapat mencermati pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I yang telah ditempel di setiap gampong/desa di kabupaten setempat.

"Kami minta masyarakat untuk proaktif memeriksa pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli dihubungi di Banda Aceh, Sabtu 21/2/2026.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil guna memastikan akurasi data warga terdampak bencana sebelum proses bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaksanakan.

"Bupati Aceh utara yang akrab di sapa Ayah Wa bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang berkomitmen mengawal aspirasi warga yang telah ditegaskan dalam rapat evaluasi bersama BNPB pada 16 Februari 2026," katanya.

Ia mengatakan Bupati dan Wakil Bupati telah meminta kepada BNPB agar warga yang rumahnya terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan, diberikan hak sanggah jika terdapat ketidaksesuaian data.

Saat ini, Tim BNPB telah menyelesaikan verifikasi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sawang, Muara Batu, Seunuddon, dan Langkahan.

Adapun kecamatan lainnya masih dalam proses verifikasi, validasi serta pemadanan data oleh tim teknis.

Muntasir menjelaskan bahwa sebagai bentuk transparansi, hasil verifikasi tersebut kini memasuki tahap uji publik selama tiga hari. Di mana pengumuman dilakukan melalui pengeras suara di gampong-gampong dan daftar nama ditempel di lokasi strategis agar mudah diakses warga.

"Bagi warga yang merasa memenuhi kriteria yang telah ditentukan, tetapi tidak masuk dalam list penerima rumah, bisa langsung memberikan tanggapan atau sanggahan dengan cara mengisi formulir yang disediakan," katanya.
 
Mekanisme penyampaian sanggah dilakukan dengan menyerahkan formulir kepada Geuchik/Kepala Desa untuk diteruskan ke camat dan selanjutnya disampaikan ke Posko BPBD guna dilakukan verifikasi ulang.

"Intinya, harapan bupati dan wakil bupati adalah jangan sampai ada warga korban bencana yang rumahnya rusak dan telah memenuhi kriteria namun merasa dirugikan atau terabaikan dalam proses ini," demikian Muntasir.[]

Share:

Jumat, 20 Februari 2026

BUPATI AL FARLAKY BISIK KE MENDAGRI TITO

Minta Perhatian Khusus untuk Aceh Timur

𝐓𝐇𝐄 𝐑𝐄𝐏𝐎𝐑𝐓𝐄𝐑 | Daerah - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menyambut kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Aceh Timur, Jumat, 20 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan kali ketiga bagi Mendagri ke Aceh Timur. Selain menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Bupati Al-Farlaky menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan yang selama ini diberikan Mendagri dalam penanganan bencana banjir di Aceh Timur.

Ia mengakui komunikasi dan koordinasi dengan Mendagri terjalin secara intens sehingga penanganan bencana dapat berjalan lebih terarah.

“Kita apresiasi Pak Menteri atas arahan selama ini yang sangat respons terhadap bencana banjir ini. Khusus Aceh Timur, kita selalu berkoordinasi dengan beliau sehingga penanganan bencana ini terarah,” kata Al-Farlaky.

Ia juga berharap Mendagri terus memberi perhatian khusus kepada Aceh Timur dan tidak bosan berkunjung ke daerah tersebut. Menurutnya, dukungan itu menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Ini akan menjadi semangat kami untuk percepatan pemulihan pascabencana. Apalagi kami secara struktural berada di bawah koordinasi Pak Mendagri,” ujarnya.

Sebelum agenda peninjauan, rombongan Mendagri melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Darussalihin. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mendagri juga melaksanakan salat Jumat berjamaah.

Bertindak sebagai imam salat Jumat adalah Ustaz  Ar-Rayyan Maulana Zikri, hafiz 30 juz yang juga merupakan putra Bupati Al-Farlaky.

Dalam keterangan persnya, Tito menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek sekaligus meninjau progres rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh.

“Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, kami melihat perlu atensi mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya,” ujar Tito.

Ia merinci, pada umumnya daerah-daerah di Aceh mengalami dampak bencana yang beragam, mulai dari rusaknya infrastruktur, endapan lumpur, terhambatnya aliran irigasi, hingga putusnya akses jalan. Berbagai persoalan tersebut terus diupayakan penanganannya oleh pemerintah bersama para pihak terkait.

Tito menegaskan bahwa negara hadir dan akan terus mengupayakan pemulihan secara optimal pascabencana, termasuk di Aceh Timur. Seluruh pihak, lanjutnya, bekerja keras agar proses pemulihan berlangsung cepat sehingga masyarakat dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

“Dan sekali lagi, Aceh Timur adalah salah satu daerah yang menjadi perhatian kita. Itulah yang menunjukkan bahwa negara hadir untuk pemulihan pascabencana,” kata Tito.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Kementerian Dalam Negeri kepada masyarakat Aceh Timur. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky serta perwakilan masyarakat setempat.(*)

Share:

𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗜𝗻𝗶