๐Œ๐ž๐๐ข๐š ๐Ž๐ง๐ฅ๐ข๐ง๐ž & ๐“๐ž๐ฅ๐ž๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข ๐†๐ฅ๐จ๐›๐š๐ฅ

๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ i๐—ป๐—ถ

Sabtu, 21 Februari 2026

WARGA ACEH SERANG KAPAL AS ! PRESIDEN MURKA

  

ilustrasi


Kapal dagang Amerika diserang warga Aceh di Kuala Batu membuat Presiden Amerika Serikat Murka
 

THE REPORTER | Aceh - Ketika tengah berlayar di perairan Brasil, Kapten USS Potomac, John Downes, menerima pesan yang tak biasa.

Bukan dari atasannya langsung, melainkan dari orang nomor satu di Amerika Serikat, yakni Presiden Andrew Jackson (1767-1845).

Isi pesannya singkat, yakni : SIAGA TEMPUR !

Alasannya, pada Februari 1831, kapal dagang milik Amerika, Friendship, diserang oleh warga Kuala Batu, saat sedang melakukan pembelian lada. Insiden itu membuat Jackson murka.

Serangan terhadap kapal dagang Amerika di Kuala Batu, Aceh, menjadi titik awal operasi militer yang diperintahkan langsung oleh Amerika Serikat.
 
Sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, dia memerintahkan Downes untuk segera bertindak.

Tugasnya adalah menilai situasi hingga diperbolehkan mengambil langkah apa pun demi memberi pelajaran agar kapal-kapal dagang AS di perairan Hindia Timur terjamin keselamatannya.

John Downes sendiri bukan perwira sembarangan. Dalam buku America's Forgotten Wars (2021) diketahui, dia dikenal sebagai komandan tempur tangguh yang telah berkali-kali memimpin dan memenangi operasi militer di kawasan Pasifik.

Maka, begitu perintah diterima, Downes langsung bergerak. Dia memuat 300 tentara dan meriam ke dalam kapal. Dari Brasil, kapal Potomac melanjutkan pelayaran ribuan kilometer menuju Afrika Selatan, lalu menyeberangi Samudra Hindia demi mencapai Aceh.

Selama dua bulan pelayaran, Downes menyusun siasat.

Ilustrasi Pasukan Iskandar Muda Menggempur Portugis di Malaka (doc.: acehglobal)


Downes sadar betul tak bisa tiba di perairan Aceh dengan meriam terbuka di geladak dan bendera AS berkibar di tiang kapal. Pendekatan semacam itu hanya akan memicu perlawanan.

Maka, strategi pun diubah.

"Seluruh meriam ditarik ke belakang geladak dan pintu meriam ditutup," tulis Farish A. Noor dalam "Attack, Reprisal and Dealing with the Media Fall-Out: The Battle of Quallah Battoo in 1832" (2014).

Sebagai gantinya, USS Potomac akan menyamar sebagai kapal dagang milik Belanda. Ini merupakan pilihan cerdik sebab Belanda memang sudah terbiasa berdagang dengan Aceh. Hubungan dagang itu membuat kehadiran kapal asing berbendera Belanda tak akan menimbulkan kecurigaan.

Perlu dicatat, meskipun Belanda punya koloni besar di Nusantara, Aceh bukan bagian dari jajahan mereka. Aceh saat itu adalah kerajaan independen yang tangguh dan berdaulat.
 
Bahkan, seperti dijelaskan Lee Kam Hing dalam The Sultanate of Aceh (1995), Kesultanan Aceh memiliki hubungan resmi dengan Kesultanan Ottoman di Turki dan Kerajaan Inggris pada abad ke-19.

Saat USS Potomac tiba di Aceh, Kapten Downes menjalankan siasatnya.

Kapal perang itu disamarkan sebagai kapal dagang Belanda. Tak ada yang curiga.

Setelah merapat, tentara disuruh turun dengan dalih berdagang. Padahal, mereka sedang memetakan wilayah dan menculik pedagang lokal untuk mengukur kekuatan pertahanan Kuala Batu.

Dari sini, Downes menyusun serangan. Tepat pada fajar, 6 Februari 1832, 300 tentara Amerika Serikat melancarkan serbuan mendadak ke permukiman warga Kuala Batu.

Warga jelas tak siap perang. Mereka mengira tamu asing itu datang untuk berdagang. Meski akhirnya sempat melawan, mereka tetap kalah total.

"Kapten Downes mendaratkan 300 orang ke kota, dan dalam waktu kurang dari tiga jam berhasil merebut tiga benteng serta menewaskan antara 80 hingga 100 warga lokal," tulis New York Observer (7 Juli 1832).
 
Dalam laporan itu disebutkan, korban di pihak AS hanya dua orang tewas. Meski begitu, laporan lain menyebut jumlah korban jauh lebih besar, yakni 500 warga sipil.
 
Menurut Farish A. Noor, serangan USS Potomac ke permukiman di Sumatra memicu perubahan mengejutkan dalam opini publik Amerika Serikat. Awalnya, tentara AS dipuji sebagai pahlawan, tapi kemudian dikecam sebagai pembunuh biadab.

Ini disebabkan tentara AS melakukan strategi penyamaran sebagai pedagang, melakukan serangan saat penduduk tertidur, tidak melakukan negosiasi, serta membunuh perempuan dan anak-anak.

Meski gelombang kritik sempat membesar, Presiden Andrew Jackson berhasil meredamnya.

Namun, sejarah tetap mencatat luka itu.
Baru ratusan tahun kemudian diketahui, warga Aceh tidak sepenuhnya bersalah. 

USS Nimitz, kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat yang melintas di Selat Malaka dan perairan Laut Aceh pada 17 Juni 2025 (foto: OkeZone)

Dalam Death on an Empire (2011), sejarawan Robert Booth menjelaskan bahwa serangan terhadap kapal Friendship dipicu sikap frustrasi warga atas praktik dagang yang curang. Pedagang AS kerap mengurangi takaran dan merugikan warga Aceh. Ketika Friendship datang, kemarahan yang lama terpendam akhirnya meledak.

Ironisnya, serangan balasan dari USS Potomac justru membuka jalan bagi invasi Belanda ke Aceh beberapa tahun kemudian. Serangan itu menjadi awal dari perang panjang dan berdarah yang lantas mengubah sejarah Aceh.[]
 

sumber: CNBC Indonesia

Share:

TGK MUCHTAR ANDHIKA : BEK BALAP LIAR !!

 


Tgk Muchtar Andhika Ingatkan Remaja Tidak Balap Liar Terutama Bulan Ramadhan

THE REPORTER | Sabang - Imam masjid Al-Falah Gampong Ujong kareung Kota Sabang Tgk Muchtar Andhika mengingatkan para remaja agar tidak terlibat dalam aksi Balap Liar yang dapat merusak ketertiban dan keamanan masyarakat. Sabtu (21/02/26), Tgk Muchtar Andhika menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

"Saya mengingatkan para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di bulan Ramadhan yang suci ini. Jangan sampai mereka terjerumus dalam kegiatan yang tidak bermanfaat dan merugikan diri sendiri serta orang lain," ujarnya.

Tgk Muchtar Andhika juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama bulan Ramadhan. 

"Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan menjaga sikap. Mari kita jaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita. Hindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan, seperti balap liar atau aksi negatif lainnya," tambahnya.

VIDEO Polisi Razia Balap Liar Sahur di Banda Aceh

Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menata kembali langkah, menjauh dari kebiasaan yang merugikan, dan memperbanyak amal ibadah. Ia pun mengajak para remaja untuk lebih banyak mengisi waktu dengan hal-hal positif, seperti memperdalam ilmu agama, membantu orang tua, serta meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat.

“Balap liar bukan hanya membahayakan nyawa sendiri, tapi juga orang lain. Begitu juga judi online, yang awalnya coba-coba bisa berubah menjadi kecanduan dan menghancurkan masa depan,” ujarnya.[]

Share:

LUBANG BUMOE DI ACEH MAKEN RAYA

  


Tanah Amblas di Aceh Tengah, 30 Ribu Meter Lahan Tenggelam

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa lubang besar yang terbentuk di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bukan sinkhole. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menyebutkan secara geologi kawasan tersebut tidak tersusun oleh batu gamping yang lazim menjadi penyebab sinkhole. Susunan tanah di Pondok Balek terdiri dari endapan piroklastik aliran berupa material tufa hasil aktivitas gunung api non aktif Geurendong.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ungkap Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
 
Material ini, lanjut dia, tergolong muda secara geologis serta belum mengalami pemadatan sempurna sehingga masih rapuh dan mudah runtuh. Adrin mencatat adanya lembah atau ngarai kecil di area tersebut, berdasarkan pencitraan satelit Google Earth sejak 2010.
 
Proses erosi dan longsoran terus terjadi hingga lembah kian melebar lalu memanjang dan membentuk lubang besar.

"Faktor gempa bumi juga diduga berkontribusi mempercepat proses tersebut," ucap dia. 

Adrin menambahkan, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi di Aceh Tengah pada 2013 kemungkinan memperlemah struktur lereng. Alhasil, memicu ketidakstabilan yang kian besar.


 
Dipicu Hujan Hujan lebat dinilai menjadi penyebab utama terbentuknya lubang besar di Aceh, di samping faktor geologi dan gempa bumi. Adrin menyampaikan, batuan tufa yang rapuh mudah jenuh oleh air sehingga kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh. Kemiringan lereng yang curam akibat proses longsoran sebelumnya juga memperparah kondisi. Selain itu, air permukaan dari saluran irigasi perkebunan turut berkontribusi terhadap percepatan longsor. Air yang mengalir deras dan meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa kemudian meningkatkan risiko runtuhan tanah.
 
“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” sebut Adrin.

 

Ia menduga, ada aliran air tanah di batas antara lapisan aliran lahar di dasar tebing yang lebih padat dengan batu tufa di atasnya. Penggerusan di bagian kaki lereng oleh air tanah dapat menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap. Fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Gempa dan hujan hanya berperan mempercepat proses alami pembentukan lembah atau ngarai tersebut.
 
Adrin menyatakan, kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda. Ngarai Sianok di Sumatera Barat, misalnya, terbentuk melalui proses geologi panjang akibat aktivitas tektonik sesar besar Sumatera serta karakter batuan serupa. BRIN sendiri belum meneliti secara langsung lokasi itu, namun pihaknya telah menganalisi data citra satelit.

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” beber Adrin.

 

Dia menekankan penelitian lanjutan dapat dilakukan menggunakan metode geofisika seperti survei geolistrik, seismik refleksi, maupun microtremor untuk mengetahui struktur bawah permukaan, potensi rekahan, serta faktor yang membuat lereng mudah longsor.
 
Mitigasi bisa dilakukan melalui pengendalian air permukaan agar tidak meresap ke dalam tanah, penetapan zona bahaya, serta pemasangan sistem peringatan dini longsor. Sementata itu, masyarakat diimbau waspada terhadap tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil. 

“Peta kerentanan gerakan tanah sebenarnya sudah ada, tetapi perlu diperbarui setelah kejadian ini agar lebih akurat dan operasional. Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” ucap dia.[]

sumber: Tempo Kompas
 


Share:

BUPATI AYAH WA LAKE KORBAN KALON PENGUMUMAN RUMOH

 



Bupati Aceh Utara Minta Korban Bencana Cermati Pengumuman Verifikasi Rumah

THE REPORTER | Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil meminta masyarakat korban bencana banjir dan longsor di daerah itu dapat mencermati pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I yang telah ditempel di setiap gampong/desa di kabupaten setempat.

"Kami minta masyarakat untuk proaktif memeriksa pengumuman hasil verifikasi dan validasi data kerusakan rumah tahap I dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli dihubungi di Banda Aceh, Sabtu 21/2/2026.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil guna memastikan akurasi data warga terdampak bencana sebelum proses bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaksanakan.

"Bupati Aceh utara yang akrab di sapa Ayah Wa bersama Wakil Bupati Tarmizi Panyang berkomitmen mengawal aspirasi warga yang telah ditegaskan dalam rapat evaluasi bersama BNPB pada 16 Februari 2026," katanya.

Ia mengatakan Bupati dan Wakil Bupati telah meminta kepada BNPB agar warga yang rumahnya terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan, diberikan hak sanggah jika terdapat ketidaksesuaian data.

Saat ini, Tim BNPB telah menyelesaikan verifikasi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sawang, Muara Batu, Seunuddon, dan Langkahan.

Adapun kecamatan lainnya masih dalam proses verifikasi, validasi serta pemadanan data oleh tim teknis.

Muntasir menjelaskan bahwa sebagai bentuk transparansi, hasil verifikasi tersebut kini memasuki tahap uji publik selama tiga hari. Di mana pengumuman dilakukan melalui pengeras suara di gampong-gampong dan daftar nama ditempel di lokasi strategis agar mudah diakses warga.

"Bagi warga yang merasa memenuhi kriteria yang telah ditentukan, tetapi tidak masuk dalam list penerima rumah, bisa langsung memberikan tanggapan atau sanggahan dengan cara mengisi formulir yang disediakan," katanya.
 
Mekanisme penyampaian sanggah dilakukan dengan menyerahkan formulir kepada Geuchik/Kepala Desa untuk diteruskan ke camat dan selanjutnya disampaikan ke Posko BPBD guna dilakukan verifikasi ulang.

"Intinya, harapan bupati dan wakil bupati adalah jangan sampai ada warga korban bencana yang rumahnya rusak dan telah memenuhi kriteria namun merasa dirugikan atau terabaikan dalam proses ini," demikian Muntasir.[]

Share:

Jumat, 20 Februari 2026

BUPATI AL FARLAKY BISIK KE MENDAGRI TITO

Minta Perhatian Khusus untuk Aceh Timur

๐“๐‡๐„ ๐‘๐„๐๐Ž๐‘๐“๐„๐‘ | Daerah - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si menyambut kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Aceh Timur, Jumat, 20 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan kali ketiga bagi Mendagri ke Aceh Timur. Selain menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Bupati Al-Farlaky menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan yang selama ini diberikan Mendagri dalam penanganan bencana banjir di Aceh Timur.

Ia mengakui komunikasi dan koordinasi dengan Mendagri terjalin secara intens sehingga penanganan bencana dapat berjalan lebih terarah.

“Kita apresiasi Pak Menteri atas arahan selama ini yang sangat respons terhadap bencana banjir ini. Khusus Aceh Timur, kita selalu berkoordinasi dengan beliau sehingga penanganan bencana ini terarah,” kata Al-Farlaky.

Ia juga berharap Mendagri terus memberi perhatian khusus kepada Aceh Timur dan tidak bosan berkunjung ke daerah tersebut. Menurutnya, dukungan itu menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Ini akan menjadi semangat kami untuk percepatan pemulihan pascabencana. Apalagi kami secara struktural berada di bawah koordinasi Pak Mendagri,” ujarnya.

Sebelum agenda peninjauan, rombongan Mendagri melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Agung Darussalihin. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mendagri juga melaksanakan salat Jumat berjamaah.

Bertindak sebagai imam salat Jumat adalah Ustaz  Ar-Rayyan Maulana Zikri, hafiz 30 juz yang juga merupakan putra Bupati Al-Farlaky.

Dalam keterangan persnya, Tito menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk mengecek sekaligus meninjau progres rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh.

“Di Aceh, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, kami melihat perlu atensi mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya,” ujar Tito.

Ia merinci, pada umumnya daerah-daerah di Aceh mengalami dampak bencana yang beragam, mulai dari rusaknya infrastruktur, endapan lumpur, terhambatnya aliran irigasi, hingga putusnya akses jalan. Berbagai persoalan tersebut terus diupayakan penanganannya oleh pemerintah bersama para pihak terkait.

Tito menegaskan bahwa negara hadir dan akan terus mengupayakan pemulihan secara optimal pascabencana, termasuk di Aceh Timur. Seluruh pihak, lanjutnya, bekerja keras agar proses pemulihan berlangsung cepat sehingga masyarakat dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.

“Dan sekali lagi, Aceh Timur adalah salah satu daerah yang menjadi perhatian kita. Itulah yang menunjukkan bahwa negara hadir untuk pemulihan pascabencana,” kata Tito.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga menyalurkan bantuan kemasyarakatan dari Kementerian Dalam Negeri kepada masyarakat Aceh Timur. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky serta perwakilan masyarakat setempat.(*)

Share:

Pendeta Murtadin Aceh Ka Dibeureukah Polisi, Payah Lake Meu'ah

 

Dedi Saputra ditangkap polisi di Bengkayang, Kalimantan Barat.


THE REPORTER | Nusantara - Seorang murtadin sekaligus pendeta asal Aceh Dedi Saputra, yang selama ini aktif melakukan kegiatan penginjilan di berbagai wilayah di Indonesia, ditangkap oleh polisi di Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pendeta asal Aceh Dedi Saputra, ditangkap oleh polisi dari Polda Aceh, di kawasan Dusun Mao, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Etfy, istri pendeta asal Aceh tersebut, menceritakan suaminya ditangkap oleh polisi ketika mereka dalam perjalanan pulang dari pasar. Saat itu mereka baru saja selesai berbelanja.

Penangkapan terhadap murtadin tersebut terjadi  saat Dedi Saputra dan Etfy sedang dalam perjalanan pulang. Di tengah jalan kendaraan roda dua mereka dipepet oleh sebuah mobil. Dedi dipaksa masuk ke dalam. Sedangkan Etfy disuruh mengendarai sendiri motor.

Karena Etfy tidak bisa mengendarai motor, perempuan itu ikut diberikan tempat di dalam mobil. Mereka dibawa ke rumah Dedi Saputra.

Tiba di rumah, Etfy disuruh mengambil pakaian dan KTP Dedi Saputra. Sedangkan sang pendeta tetap berada di dalam kabin mobil.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ahavah, Deni Febrianus Nafi, yang ditunjuk oleh istri Dedi sebagai kuasa hukum, menjelaskan setelah mendapatkan kuasa hukum, pihaknya langsung melakukan upaya pendampingan.

Ketika upaya tersebut dilakukan, pihak LBH Ahavah mendapat kabar bila yang bersangkutan telah dibawa ke Pontianak.

Pihak LBH Ahavah berupaya memberikan pendampingan hukum terhadap Dedi Saputra, supaya yang bersangkutan mendapatkan haknya sebagai warga negara.

Dalam sebuah video amatir yang dibuat pada 19 Februari 2026, Dedi Saputra yang didampingi Direktur LBH Ahavah Deni, Dedi meminta maaf kepada masyarakat Aceh, kepada ulama dan teungku-teungku di Aceh. 

Dirinya mengakui telah membuat kegaduhan di akun Tiktok-nya @tersadarkan5758.

“Beberapa kosa kata yang saya keluarkan, beberapa kalimat yang saya keluarkan, telah menimbulkan kerusuhan di Aceh sana. kepada ulama-ulama di Aceh, kepada teungku-teungku imum di Aceh, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya,” kata Dedi Saputra.

Dalam video tersebut dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang selama ini dia lakukan. Dirinya juga berjanji akan menghapus semua video-videonya di Tiktok dan kembali fokus pada penggembalaan di gereja saja.

“Selebihnya saya akan tinggalkan dunia tiktok itu, semuanya akan saya hapus videonya, akunnya, saya tidak akan aktif lagi di sana,” katanya dengan penuh harap.

Sebagai informasi, murtadin Dedi Saputra seringkali muncul di media sosial dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan Aceh dan Islam. Ia kerap menyampaikan hal-hal yang menyudutkan Islam dan Aceh.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam sepakat melaporkan Dedi Saputra atas dugaan penistaan terhadap agama Islam dan masyarakat Aceh melalui sejumlah unggahannya di media sosial.

“Kita sepakat melaporkannya ke Polda Aceh agar dituntut sesuai dengan UU ITE dan KUHP tentang penistaan agama. Harapan kita pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum,” Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, pada 4 November 2025 lalu.

Zahrol menjelaskan tindakan Dedi juga diduga melanggar Pasal 7 ayat (6) Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pembinaan dan Perlindungan Aqidah.

“Kami berharap pelaku mendapat hukuman setimpal agar menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk saling menghormati dan menghargai keyakinan orang lain,” ujarnya.[]

 

Share:

MENDAGRI TITO TEUKA, BUPATI AYAHWA GEMBIRA

 


Kunjungan Kedua ke Aceh Utara Mendagri Evaluasi Penanganan 

๐“๐‡๐„ ๐‘๐„๐๐Ž๐‘๐“๐„๐‘ | Daerah - Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM Akrap Sapaan Ayahwa menyambut kembali kunjungan jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke wilayah Aceh Utara dalam rangka lanjutan pemantauan penanganan warga terdampak, Jumat (20/2/2026).

Kedatangan rombongan Kemendagri yang turut didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, disambut langsung oleh Bupati Ayahwa bersama unsur Forkopimda dan jajaran perangkat daerah di lokasi kegiatan.

Bupati Aceh Utara menyampaikan bahwa kunjungan lanjutan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam memastikan proses penanganan dan penyaluran bantuan berjalan optimal.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan kembali dari Kemendagri. Ini menunjukkan perhatian yang berkelanjutan dari pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di Aceh Utara,” ujar Bupati.

 

Dalam agenda tersebut, rombongan kembali meninjau sejumlah titik terdampak serta berdialog dengan warga untuk mengevaluasi perkembangan penanganan di lapangan. Bupati Ayahwa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama serta Shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja.

Bupati Ayahwa menambahkan, sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan serta memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.[]

Ikuti SaluranWhatsApp ACEH REPORTER


Share:

Jumat, 13 Februari 2026

PT Rafaloen Mandiri Raih Penghargaan “Zero Accident” Pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2026

 

Kepala Disnakermobduk Akmil Husen menyerahkan penghargaan Zero Accident kepada Pimpinan PT Rafaloen Mandiri, Rizal.

The REPORTER | Nagan Raya - PT Rafaloen Mandiri meraih Penghargaan “Zero Accident” atau Nihil Kecelakaan Kerja pada apel bersama penutupan pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2026, yang berlangsung di PT. Meulaboh Power Generation, Kabupaten Nagan Raya, Kamis 12 Februari 2026.

Penghargaan diserahkan langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, SE., M.Si, kepada Pimpinan PT Rafaloen Mandiri, Rizal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan dan pekerja PT Rafaloen Mandiri yang telah bekerja dengan baik dan profesional sehingga kita mampu mencapai zero accident atau nihil kecelakaan kerja. Terima kasih juga kepada pemerintah Aceh atas penghargaan ini,” ungkap Rizal.

 

PT. Rafaloen Mandiri merupakan salahsatu dari 52 perusahaan di Aceh yang menerima penghargaan "Zero Accident"  pada pelaksanaan Bulan K3 Tahun 2026.

Perusahaan penerima penghargaan Zero Accident telah melalui proses seleksi terlebih dahulu, antara lain perusahaan wajib tidak mengalami kecelakaan kerja yang menghilangkan waktu kerja selama 3 tahun berturut-turut. Syarat utama meliputi penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3), mencapai target jam kerja aman (minimal 1 juta jam kerja, tergantung sektor/ukuran).

Dalam apel bersama penutupan pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2026, Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, membacakan sambutan Mentri Tenaga Kerja.

Ia menyebut bahwa, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi fondasi yang sangat penting karena berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja, produktivitas perusahaan, dan daya saing nasional.

Kecelakaan kerja bukan sekadar statistik, di baliknya terdapat pekerja yang kehilangan kemampuan kerja atau nyawa, keluarga yang kehilangan penghidupan, serta beban biaya sosial ekonomi yang besar.

"Dengan tantangan ke depan yang semakin kompleks akibat adanya digitalisasi industri dan transisi energi, untuk itu tema Bulan K3 Nasional tahun ini adalah Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif. K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan sebuah nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh Indonesia" ungkap Akmil.

Pada kesempatan ini, Kepala Disnakermobduk Akmil Husen mewakili Pemerintah Aceh juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT. Meulaboh Power Generation yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan apel Bulan K3 Tahun ini.

“Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi perusahaan lainnya untuk bersinergi dengan pemerintah" tutup Akmil dalam sambutannya.

Peserta apel yang terdiri dari Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan di lingkungan Disnakermobduk Aceh, para pekerja dan peserta magang PT. Meulaboh Power Generation.

Turut hadir Bupati Nagan Raya yang diwakili oleh Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, Bupati Aceh Barat yang diwakili Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kepala Bappeda Nagan Raya, Direktur Akademi Komunitas Nasional (AKN) Aceh Barat dan perwakilan dari berbagai perusahaan.[]

Share:

Sabtu, 31 Januari 2026

PT Rafaloen Mandiri ikuti Fun Walk BK3N 2026 digelar PT SBA

 

๐“๐‡๐„ ๐‘๐„๐๐Ž๐‘๐“๐„๐‘ | ๐‚๐จ๐ฆ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ญ๐ฒ - Keluarga besar PT Rafaloen Mandiri ikut serta berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan “Fun Walk” jalan santai yang digelar PT Solusi Bangun Andalas (SBA) pada Sabtu 31 Januari 2026. 

Kegiatan yang dimulai pukul 07:00 WIB dari depan loker PT SBA ini diikuti ratusan peserta dari karyawan PT SBA dan perwakilan dari mitra perusahaan serta masyarakat.

Kegiatan ini digelar dalam rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja  Nasional (BK3N) tahun 2026.

Selain Fun Walk, juga digelar rangkaian acara senam jantung sehat, donor darah, workshop K3, mini soccer, cerdas-cermat dan sejumlah kegiatan lain,

“Kegiatan ini sangat positif dalam mengkampanyekan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan,” ungkap Muhammad Rafa, perwakilan dari PT Rafaloen Mandiri.

Pada kegiatan ini panyelenggara menyediakan dorprize dan sejumlah hadiah hiburan kepada peserta.
BK3N tahun 2026 mengangkat tema "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif".

Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional diperingati setiap tahun dari 12 Januari hingga 12 Februari, yang ditetapkan berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970. Momentum ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan membudayakan K3 di tempat kerja.[]  

Share:

Kamis, 22 Januari 2026

Perwakilan PT Rafaloen Mandiri Raih Penghargaan TPM Award Q4 2025 dari PT SBA

Perwakilan PT Rafaloen Mandiri, Razali Leupung, meraih penghargaan TPM Award Q4 Tahun 2025 untuk kategori The Best Outsourcing, dari PT Solusi Bangun Andalas (SBA)

THE REPORTER | Banda Aceh - Perwakilan PT Rafaloen Mandiri, Razali Leupung, meraih penghargaan TPM Award Q4 Tahun 2025 untuk kategori The Best Outsourcing, dari PT Solusi Bangun Andalas (SBA) pada menyelenggarakan Workshop 2026, pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Ballroom Seulawah, Hotel Padee.


PT Solusi Bangun Andalas memberikan Award pada pelaksanaan kegiatan TPM periode Q4 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada tim dan individu yang telah menunjukkan kinerja terbaik, dedikasi, serta kontribusi nyata pada kegiatan – kegiatan TPM.


Kategori the best SGA dimenangkan oleh SGA Packing Plant 2, SGA Kiln, SGA Mechanical, SGA Quarry, dan SGA Warehouse. Kategori the best member diraih oleh Romi Hariawan, Amirullah dan Ryan Rizaldy. 


Untuk kategori The Best Outsourcing dimenangkan oleh Razali Leupung dari PT Rafaloen Mandiri, Salahuddin dan Azhari dari PT Mitra Jasa Kreasi, Firmansyah dari PT Musta Jaya serta Ainun Jariyah dari PT Sinergi Mitra Investama.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen, termasuk General Manajer PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, Corporate Maintenance Manager, Rudy, para Pimpinan unit kerja, Pimpinan PT Rafaloen Mandiri, Rizal.

Juga hadir Pimpinan PT Mitra Jasa Kreasi, Cut Bunga, Pimpinan PT Afwan Jaya Mandiri, Afwan, Pimpinan PT Uziras Mitra Andalas, Muhammad Asnawi, Pimpinan PT BEST, Lardi Suhendro, Pimpinan PT Meugah Asai Kana, Agam Patra, Pimpinan PT Karya Mandiri Proteksindo, Iskandar, Pimpinan PT Dahana, Edi Kusnadi, serta karyawan dan kontraktor yang terlibat aktif dalam penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di lingkungan perusahaan.


Workshop 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menyelaraskan target, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat komitmen seluruh insan perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional di tahun mendatang.


Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman terkait arah kebijakan perusahaan, penguatan budaya kerja, serta peran TPM dalam mendukung keunggulan operasional.

Di tengah kegiatan ini dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta yang berhadir untuk menerapkan prinsip TPM, khususnya dalam upaya mencapai zero accident, zero breakdown, zero crisis dan zero defect.


Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap semangat perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) semakin tertanam dan menjadi budaya kerja yang konsisten dalam mendukung keberlanjutan bisnis PT Solusi Bangun Andalas.[adv]

Share: