𝐑𝐞𝐩𝐨𝐫𝐭𝐞𝐫𝐋𝐞𝐠𝐞𝐧𝐝.𝐜𝐨𝐦 | Nusantara — Pemerintah Aceh mengaku tidak mampu berjalan sendiri melaksanakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Tanah Rencong pascabencana ekologis November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, MSi, mengatakan pemerintah masih memiliki keterbatasan informasi terkait kondisi di lapangan. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak terus dibangun untuk mempercepat proses pemulihan.
![]() |
| Plt Sekda Aceh, Taufik. Foto: AJNN |
Pernyataan tersebut disampaikan Taufiq saat menemui massa mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis, 10 September 2026.
“Karena kita sadari Pemerintah Aceh sendiri tidak mampu melaksanakan ini,” kata Taufiq.
Dia menyampaikan, Pemerintah Aceh beberapa hari lalu telah menggelar pertemuan bersama seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat.
Taufiq mengatakan, Pemerintah Aceh juga membuka posko untuk memudahkan pengumpulan informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak bencana.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, menyambut baik aksi mahasiswa yang mendesak percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh.
“Karena kita tidak memiliki power, makanya kami membuka posko. Posko untuk memudahkan kita mendapatkan informasi-informasi yang pastinya hari ini masih banyak kekurangan informasi dari kita,” ujarnya.
Dia menyebutkan pemerintah berupaya menjangkau seluruh wilayah hingga pelosok Aceh agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diketahui.
“Kami juga berusaha untuk bisa menjangkau semua lini, semua pelosok. Pemerintah Aceh harus memperhatikan semua daerah,” katanya.
Taufiq juga mengajak mahasiswa untuk ikut membangun komunikasi dengan pemerintah dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dia mengatakan seluruh SKPA telah diarahkan untuk membangun komunikasi melalui sektor masing-masing. Menurutnya, pemerintah tidak dapat hanya memprioritaskan satu sektor karena seluruh kebutuhan masyarakat saling berkaitan.
“Kesehatan wajib, pendidikan wajib, rumah juga harus. Itu yang harus kita laksanakan bersama,” ujarnya.
![]() |
| Plt Sekda Aceh, Taufik temui Mahasiswa. Foto: Serambinews |
Terkait tuntutan mahasiswa mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Taufiq mengakui progres pemulihan pascabencana di Aceh masih berjalan lambat.
“Terhadap apa yang disampaikan (massa mahasiswa) tadi kami menyadari bahwa sampai saat ini, Aceh dalam pemulihan pascabencana masih sangat lambat progres yang diterima oleh masyarakat kita,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Aceh, kata Taufiq, bersama berbagai pihak akan terus mendorong agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan mencakup seluruh sektor kehidupan masyarakat.
Menurut Taufik, tuntutan yang disampaikan mahasiswa dinilai wajar mengingat pelaksanaan rehab-rekon di Aceh hingga kini belum berjalan maksimal.
“Tuntutannya mungkin wajar. Kita mengerti karena kita sadari memang kondisi saat ini rehab-rekon di Aceh belum maksimal,” kata Taufik.
Hal itu disampaikan Taufik setelah menerima massa aksi mahasiswa di halaman Kantor Gubernur Aceh Ia menilai, aksi tersebut berlangsung kondusif dan tidak menimbulkan hal-hal negatif.
“Kami menyambut baik, karena mereka juga tadi kondusif. Tidak ada hal-hal negatif menurut kami,” ujarnya.
Taufik mengatakan, Pemerintah Aceh akan terus mengawal proses penanggulangan bencana agar rehab-rekon dapat berjalan lebih cepat.
Pemerintah, urainya, berharap masyarakat terdampak dapat segera kembali ke rumah. Sementara kebutuhan pendidikan dan kesehatan juga kembali terpenuhi.
“Kita akan terus sama-sama mengawal ini supaya penanggulangan bencana di Aceh bisa lebih cepat berjalan. Kita harapkan masyarakat bisa cepat pulang ke rumah, bisa sekolah dan mendapatkan kesehatan yang baik,” katanya.
Terkait masih adanya sejumlah kabupaten/kota yang belum memulai atau menuntaskan tahapan rehab-rekon, Taufik mengatakan, tidak terdapat kendala berarti.
“Kalau dibilang kendala, tidak ada kendala yang berarti. Cuma prosesnya harus dijalani, termasuk penyediaan anggaran dan segala macam,” jelasnya.
Ia menyebut, berdasarkan perkembangan terbaru, pelaksanaan rehab-rekon mulai berjalan dan penganggarannya juga mulai tertata.
“Informasi yang ada hari ini sudah mulai berjalan baik, sudah mulai tertata, dan penganggaran juga sudah mulai berjalan,” katanya.
Untuk pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak, Taufik menyebut prosesnya juga telah bergerak.
Bahkan, sejumlah rumah disebut sudah selesai dibangun, antara lain di Aceh Tamiang dan Aceh Utara.
“Untuk pembangunan rumah juga kita dapat informasi sudah mulai bergerak dan ada beberapa yang sudah selesai dibuat, seperti di Tamiang dan Aceh Utara. Ini akan terus berjalan,” ujarnya.
Mitigasi Bencana
Sementara itu, di tengah kondisi cuaca yang belakangan kurang bersahabat, Pemerintah Aceh juga mulai memperkuat langkah mitigasi bencana.
Plt Sekda Aceh, Taufik mengatakan, pemerintah telah membahas persoalan tersebut dan akan segera melakukan sosialisasi kepada pemerintah kabupaten/kota hingga masyarakat.
“Kita akan sosialisasi ke kabupaten/kota, menyampaikan kepada masyarakat terkait mitigasi bencana,” tutur dia.
“Itu akan segera kita sampaikan ke daerah-daerah sampai ke masyarakat,” tandasnya.[]

