PT Rafaloen Mandiri dan PT SBA Dukung Kegiatan PKM Kolaborasi Tiga Kampus Bangun Ekonomi Pesisir Lhoknga

𝐑𝐞𝐩𝐨𝐫𝐭𝐞𝐫𝐋𝐞𝐠𝐞𝐧𝐝.𝐜𝐨𝐦 | Nusantara — PT Rafaloen Mandiri turut serta mendukung kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lintas perguruan tinggi dan lintas sektor yang berlangsung di Balai Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (13/10/2026).

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh (FE Unmuha), Universitas Medan Area (UMA), dan Universitas Malikussaleh (Unimal) berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gaki Tuan Mon Ikeun untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesisir Lhoknga, Aceh Besar, secara berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan membangun landasan ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dengan melibatkan puluhan ibu-ibu pelaku usaha mikro di kawasan pesisir.

Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Perempuan Pesisir: Optimalisasi Digital Marketing dan Manajemen Keuangan untuk Pengembangan Usaha Mikro Berbasis Sumber Daya Laut,” kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pesisir, dalam memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan pengelolaan keuangan yang baik.

PKM ini menerapkan model Quadruple Helix, yakni pendekatan kolaborasi yang mengintegrasikan perguruan tinggi, pemerintah lokal, komunitas masyarakat, dan sektor industri sebagai strategi untuk mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi kawasan.


 

Pimpinan PT Rafaloen Mandiri, M. Rafa, selaku sponsor kepemudaan dan olahraga, menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda serta semangat sportivitas dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

“PT Rafaloen Mandiri senantiasa mendukung ruang-ruang kreatif, kegiatan kepemudaan, serta olahraga yang membakar semangat membangun negeri. Pengembangan ekonomi pesisir membutuhkan energi positif generasi muda untuk mengawal digitalisasi UMKM,” ujar M. Rafa.

Ia mengaku bangga dapat berkontribusi dalam kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan gampong dan meningkatkan daya saing pemuda lokal.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam membantu pelaku usaha mikro beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.


 

PT SBA Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat

 Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari sektor industri. Perwakilan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Mahdani, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.


Ia menyebutkan, pelatihan pengembangan usaha mikro sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Sebagai mitra strategis DUDI di kawasan Lhoknga, PT SBA berkomitmen mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pelatihan ini selaras dengan pilar CSR kami dalam menciptakan kemandirian ekonomi warga pesisir berbasis potensi lokal,” jelas Mahdani.

Ia menambahkan, sinergi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat diyakini dapat mempercepat pemulihan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. 

Pokdarwis Optimistis UMKM Pesisir Berkembang

Ketua Pokdarwis Gaki Tuan Mon Ikeun, Mulyadi, menyambut baik dukungan keilmuan dari kalangan akademisi serta sinergi yang dibangun bersama dunia usaha dan industri.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak tersebut memberikan energi baru bagi masyarakat, khususnya perempuan pesisir yang selama ini berperan dalam menyediakan kuliner dan produk olahan hasil laut bagi wisatawan.

“Kehadiran perguruan tinggi dan mitra industri memberikan energi baru bagi kami di Pokdarwis. Ibu-ibu pesisir merupakan pilar penting dalam menyediakan kuliner dan produk olahan laut bagi wisatawan. Dengan adanya pendampingan ini, kualitas pelayanan dan produk UMKM Mon Ikeun akan meningkat pesat,” tutur Mulyadi.

Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku usaha mikro menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Produk lokal yang dikelola dengan baik, didukung kualitas pelayanan dan promosi yang menarik, diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Lhoknga.

Pemerintah Gampong Apresiasi Kolaborasi

Pemerintah Gampong Mon Ikeun juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM tersebut. Perangkat gampong yang mewakili keuchik secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Pemerintah Gampong Mon Ikeun mengucapkan terima kasih kepada FE Unmuha, UMA, Unimal, Pokdarwis, PT SBA, dan PT Rafaloen. Kolaborasi lengkap ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap kemajuan warga kami,” ungkap perwakilan keuchik saat membuka acara secara resmi.

Pemerintah gampong berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Dukungan pemerintah gampong juga dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat dapat berlanjut serta terintegrasi dengan upaya pengembangan ekonomi dan pariwisata lokal.

Dorong Ekonomi Pesisir Berbasis Digital dan Berkelanjutan

Kegiatan PKM tersebut diisi dengan pemaparan materi secara interaktif, simulasi pembuatan konten promosi untuk media sosial, serta panduan praktis penyusunan laporan keuangan sederhana bagi pelaku usaha mikro.

Melalui materi pemasaran digital, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk, membangun identitas usaha, dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

Sementara itu, materi manajemen keuangan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga, serta penyusunan laporan keuangan sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.

Kolaborasi antara FE Unmuha, UMA, Unimal, Pokdarwis Gaki Tuan Mon Ikeun, PT SBA, PT Rafaloen Mandiri, dan Pemerintah Gampong Mon Ikeun diharapkan dapat menjadi model percontohan (benchmark) dalam pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Pendekatan Quadruple Helix yang diterapkan dalam kegiatan tersebut menempatkan perguruan tinggi sebagai penyedia pengetahuan, pemerintah sebagai pendukung kebijakan dan fasilitasi, komunitas sebagai penggerak ekonomi lokal, serta industri sebagai mitra strategis dalam pengembangan usaha.

Melalui sinergi tersebut, penguatan daya saing digital UMKM, kemitraan industri, dan keberlanjutan lingkungan pariwisata bahari diharapkan dapat berjalan beriringan.

Pada akhirnya, pemberdayaan perempuan pesisir melalui pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya laut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi pesisir Lhoknga yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Posting Komentar

Apa Tanggapan Anda ?

Lebih baru Lebih lama