𝐑𝐞𝐩𝐨𝐫𝐭𝐞𝐫𝐋𝐞𝐠𝐞𝐧𝐝.𝐜𝐨𝐦 | Peristiwa - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak sembilan titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan pantauan satelit pada 18 April 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Dedi Ardana, dalam laporan yang diterima RRI, Senin (20/4/2026), menyebutkan bahwa seluruh titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan kategori sedang.
Berdasarkan data pemantauan sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS, sebaran titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di Kecamatan Peunaron.
“Dari sembilan titik panas yang terpantau, enam di antaranya berada di wilayah Peunaron, Aceh Timur, dan satu titik lainnya di Kecamatan Ranto Peureulak,” ujarnya.
Selain itu, satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Selatan tepatnya di Kecamatan Trumon, serta satu titik lainnya berada di wilayah Kota Subulussalam, Kecamatan Penanggalan.
Secara keseluruhan, rincian sebaran titik panas meliputi di Aceh Timur sebanyak tujuh titik, tersebar di Kecamatan Peunaron dan Ranto Peureulak. Kemudian di Aceh Selatan satu titik di Kecamatan Trumon dan Kota Subulussalam satu titik di Kecamatan Penanggalan.
BMKG menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan sedang menunjukkan indikasi awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan, namun masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang terdeteksi titik panas, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan. Pemantauan titik panas ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dini terhadap potensi bencana karhutla di wilayah Aceh.
BMKG mengimbau masyarakat Aceh Timur yang tinggal di wilayah titik panas dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti membakar lahan atau membuang putung rokok sembarangan.
![]() |
| Suasana cerah menyengat di jalan lintas Aceh Timur - Gayo Lues, tepatnya di jalan Gladia Alaska, Dusun Betung Kemili, Lokop, Kabupaten Aceh Timur.(foto:Serambi) |
Sementara lima titik lainnya tersebar di Aceh Jaya, Langsa dan Lhokseumawe, menurut data laporan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Band Aceh.
Prakirawan BMKG Malikussaleh Ricky Nadiansyah menjelaskan bahwa dengan adanya tiga titik panas itu Aceh Timur masuk dalam daerah paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ia menambahkan dampak karhutla tidak hanya mengancam ekosistem karhutla, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat paparan asap hang dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
"Sebisa mungkin tidak membakar sampah secara sembarangan, apalagi membuka lahan dengan cara dibakar agar menghindari munculnya titik hotspot di wilayah masing-masing," imbaunya.[]

