Ustad Masrul Aidi: Selama Dapat Dipersulit untuk apa Dipermudah


𝗗𝗥𝗘𝗟𝗘𝗚𝗘𝗡𝗗 𝗡𝗲𝘄𝘀 | 𝗢𝗽𝗶𝗻𝗶 - Tanggal 21 Maret 2026, matahari terbit di Banda Aceh jam 06.40, sedangkan salat ied jam 07.15. " ciyus...?"

Halo..

Masjid Raya Baiturrahman itu dikelola oleh Pemda, aktivitasnya didanai dari APBA, yang mau salat ied disana bukan hanya warga kampung Baru dengan kec. Baiturrahman saja

Pertimbangkanlah warga pinggiran Banda Aceh yang mau menikmati haknya dalam APBA..

Waktu salat ied itu adalah waktu salat dhuha, sejak terbit matahari sampai dengan tergelincirnya, alias masuk waktu dhuhur

Foto status Facebook Ust. Masrul Aidi


Buru-buru salat ied mau kemana..?

Bukankah pagi iedul fitri sunat mandi, sarapan pagi, ke masjid berjalan kaki, mengajak anak dan istri-istri walaupun sedang menstruasi

"Tolonglah bapak-bapak yang berkuasa di masjid raya, jangan ukur waktu salat ied sesuai syahwat anda saja. Pertimbangkan betapa repotnya para istri dan ibu rumah tangga yang berjibaku mengejar waktu

Mereka harus berbenah, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, memandikan anak-anak, menyiapkan pakaian suami, lalu berdandan rapi.."

Belum lagi seharusnya zakat fitrah diberikan sebelum salat ied, karena itu adalah waktunya yang paling utama

Bukankah kerabat yang mudik dari perantauan pertaruhkan nyawa dan menghabiskan THR di jalan hanya demi menikmati syahdunya kumandang takbir di tengah-tengah kerabat dan handai taulannya..?

Sudahlah malam hari raya tidak ada lagi kumandang takbir dari warga di kampung, karena semua panitia takbir sudah disedot ikut pawai, paginya pun buru-buru seperti dikejar hantu..

"Bit-bit Nanggroe Aneh Darussalam.."

 sumber: facebook Ust Masrul Aidi

Ustaz H. Masrul Aidi, Lc., M.A. adalah pimpinan Dayah Babul Maghfirah, di Cot Keueng, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
 

Beliau dikenal sebagai salah satu ulama muda yang berpengaruh di Aceh dan sering menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial di Aceh.

Posting Komentar

Apa Tanggapan Anda ?

Lebih baru Lebih lama